4 Maret 2021

Umbar Kesolidan, 4.449 Personil Gabungan Siap Amankan Pemilu 2019

2 min read

Kapolda Kalsel (seragam polisi) diapit 3 unsur pimpinan TNI di Kalsel usai mengikuti apel gelar pasukan dan sispamkota Operasi Mantap Brata Intan 2018/2019 di Banjarmasin pada Jum'at (22/03).

BANJARMASIN – Asap berwarna hijau seketika menyeruak, ketika seorang lelaki bersenjata laras panjang melemparkan bom asap ke arah rombongan pejabat yang tengah dikawal aparat kepolisian. Tak ayal tembak menembak pun terjadi, antara penyerang dan temannya, serta petugas pengawal. Salah seorang penyerang berhasil dilumpuhkan, dan seorang lagi yang melempar bom asap, akhirnya menyerahkan diri. Insiden penyerangan ini, hanyalah salah satu adegan yang dimainkan personil gabungan Polri dan TNI, dalam simulasi pengamanan pemilu 2019 pada acara Apel Gelar Pasukan dan Sispamkota Operasi Mantap Brata Intan 2018/2019, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja jalan Pangeran Samudera Banjarmasin, pada Jum’at pagi (22/3). Usai menyelesaikan sejumlah adegan pengamanan pemilu dari sejumlah gangguan, ratusan aparat yang terlibat didalamnya pun dikumpulkan di depan panggung utama, untuk mendengarkan arahan langsung dari Kapolda Kalimantan Selatan Yazid Fanani, yang didampingi Danrem 101/Antasari Banjarmasin Moch Syech Ismed, Danlanal Banjarmasin dan Danlanud Syamsudin Noor.

Dalam arahannya, Kapolda Kalsel Yazid Fanani memuji aparat gabungan Polri dan TNI yang sudah bersungguh – sungguh dalam melakukan simulasi pengamanan pemilu 2019 di Kalsel.

“Kehadiran saudara-saudara adalah untuk memastikan bahwa konflik, pergesekan dan perpecahan itu tidak terjadi. Oleh karena itu, saudara-saudara ada di sana untuk memberi keyakinan kepada seluruh masyarakat Banua, bahwa progress dan tahapan pemilu ini, dapat berjalan dengan baik. Tugas kita ke depan masih banyak saudara-saudara, ini adalah baru tahapan yang kesekian kali. Namun pada intinya nanti pada tanggal 17 April, kita pastikan saudara-saudara siap di sana, dan masyarakat Banua dipastikan aman menuju TPS masing – masing,” ucap Kapolda sembari menyemangati aparat gabungan yang hadir pada apel gelar pasukan pagi Jum’at (22/3).

Dengan kata lain menurut Yazid, kesolidan yang diperlihatkan aparat Polri dan TNI pada simulasi kali ini, juga menjadi jaminan rasa aman kepada para pemilih, untuk memberikan suaranya kepada calon yang diinginkannya tanpa dibebani rasa takut atau intervensi dari pihak lain.

Selanjutnya kepada wartawan, Yazid memastikan bahwa ada 4.449 personil gabungan yang diturunkan untuk pengamanan pemilu tahun 2019 di Kalsel. Mereka tersebar di seluruh Kalimantan Selatan, khususnya untuk pengamanan di TPS.

“Kami tidak under estimate setiap ancaman yang mungkin muncul. Karena itu, semua daerah di Kalimantan Selatan, masuk dalam kawasan rawan pada pelaksanaan pemilu serentak ini,” jelas Kapolda saat ditanya wartawan soal potensi daerah rawan konflik dan gangguan saat pemilu di Kalsel.

Apel gelar pasukan dan sispamkota Operasi Mantap Brata Intan 2018/2019 yang dilaksanakan pada Jum’at pagi (22/3) di kawasan Kamboja Banjarmasin, tidak hanya memenuhi lapangan di sisi kiri RTH Kamboja. Tetapi juga sepanjang jalan Pangeran Samudera Banjarmasin yang menjadi lokasi RTH. Karena alasan itulah, maka ruas jalan Pangeran Samudera Banjarmasin, sempat ditutup selama acara berlangsung. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.