8 Maret 2021

IGPK Kalsel Peringati Hari Down Syndrome Internasional

2 min read

Salah satu ABK Down Syndrome saat mengikuti lomba mewarna pada peringatan Hari Dwon Syndrome Internasional.

BANJARMASIN – Sebagai bentuk perhatian dan keperdulian terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)) khususnya penyandang down syndrome, maka Ikatan Pendidikan Khusus (IGPK) Provinsi Kalsel memperingati Hari Down Syndrome Internasional, di aula SLB C Negeri Pembina, Kamis (21/3).

Plh Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan Ratna mengatakan, pada peringatan Hari Dwon Syndrome ini, pihaknya ingin memberikan hal yang berbeda kepada para penyandang Down Syndrome sesuai dengan bakat dan minat mereka.

“Pada peringatan Hari Dwon Syndrome ini kami memberikan keterampilan pembuatan telur asin, agar keterampilan anak penyandang Down Syndrome ini lebih baik lagi,” ungkap Ratna.

Selain itu, lanjut Ratna, mereka juga menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak penyandang down syndrome yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

“Dengan lomba mewarna ini, agar anak-anak penyandang down syndrome dapat mengekpresikan bakat dan minat kemampuan mereka, agar anak-anak dengan down syndrome ini dapat pengakuan dari pihak luar. Mengingat masih ada yang mendiskriminasikan mereka,” tutur Ratna lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Ratna, pihaknya mengajak warga Kalimantan Selatan, untuk mengakui anak-anak down syndrome ini sama dengan anak normal lainnya.

“Anak-anak down syndrome ini memiliki kemampuan intelektual dibawah rata-rata anak normal lainnya. Sehingga diperlukan keperdulian dari semua pihak agar anak-anak ini dapat mandiri,” ucap Ratna.

Ratna mengatakan, ia sebagai lenyelenggaran pendidikan dan pemerhati anak-anak down syndrome, memohon kepada semua pihak untuk menghargai mereka, perlakukan mereka sama dengan anak-anak normal lainnya, jangan memberikan beban kepada mereka, apalagi dibully hingga diberikan tindakan kekerasan fisik, kekerasan seksual.

“Mari kita semua menjaga mereka, menyayangi mereka, mengingat mereka juga ciptaan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan menciptakan mahluk yang gagal tetapi pasti ada hikmah dari semua itu, mungkin mereka memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang normal lainnya, yang kita tidak mengetahuinya,” ujar Ratna lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPK) Faizah mengatakan, pada Peringatan Hari Down Syndrome ini, pihaknya memberikan keterampilan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan keterampilan sablon, dan pembuatan telur asin. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.