Barito KualaNews

Bawaslu Batola Sentuh Seluruh Lapisan Dengan Adakan Sosialisasi Partisipatif

BARITO KUALA – Sabtu (16/3), Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menyelenggarakan acara sosialisasi pengawasan partisipatif dengan kelompok strategi (BEM, Difabel, Media, dan OMS) pada pemilihan umum tahun 2019, berlokasi disalah satu resto yang ada di Kabupaten Barito Kuala, dikuuti oleh 40 peserta dan dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala Rahmatullah Amin serta hadiri Komisioner Bawaslu Batola Divisi Pengawasan Ahdi Hanafiah dan jajarannya.

Kepada Abdi Persada FM Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala Rahmatullah Amin mengatakan, acara sosialisasi partisipatif merupakan bagian penting yang dilakukan oleh pihaknya untuk menghadapi pemilu di tahun 2019.

“Acara hari ini merupakan bagian penting, kami mengajak seluruh stakeholder mulai dari kaum Difabel, BEM, OMS, dan Media untuk mengajak mereka ikut andil dalam mensukseskan dan mengawal pemilu pada 2019 ini,” ucap Amin.

Saat memberikan materinya dihadapan para peserta sosialisasi Amin menjelaskan mengenai netralitas ASN.

“ASN memang harus netral tetapi ASN juga memiliki hak pilih dan boleh dipergunakan saat dalam bilik suara ASN juga boleh mengikuti kegiatan kampanye yang diselenggarakan oleh peserta pemilu saat hari off kerja contohnya weekend dan tentu saja tidak boleh ikut serta aktif menjadi penyelenggara hanya boleh menghadiri untuk sekedar mengenal siapa peserta pemilu dan apa visi dan misi yang di usung oleh peserta pemilu tersebut untuk memantapkan pilihan saat di bilik suara, berbeda dengan Polri dan TNI yang memang harus Netral bahkan tidak mempunyai hak pilih,” jelas Amin.

Amin berharap semoga acara sosialisasi partisipatif bisa terus diselenggarakan agar pemilu bisa berjalan dengan, aman, baik, dan damai serta mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Sementara itu menurut salah satu pemateri Mahyuni yang merupakan dosen Sosial dan Politik jurusan Pemerintahan di salah satu Universitas di Kalimantan Selatan mengatakan bahwa dengan memanfaatkan peran masyarakat untuk membantu kerja pengawasan mampu menghasilkan kepercayaan dari rakyat.

“Saya yakin dengan dengan dukungan partisipasi dari masyarakat mampu menimbulkan proses pemilu  kepercayaan, karena apabila rakyat terlibat secara otomatis pemilu akan di percaya dan diakui dan juga akan menimbulkan tanggung jawab bagi masyarakat,” ucap Mahyuni.

Manyuni menambahkan struktur Bawaslu sangat terbatas dan Bawaslu tidak mungkin mengawasi hal tersebut secara optimal, dan dengan memanfaatkan masyarakat merupakan salah satu langkah efektif untuk memanjangkan pengawasan.

Salah satu anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan Divisi PHL yang menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut Erna Kasypiah mengatakan pada pemilu ada beberapa celah yang dilakukan oleh beberapa peserta politik untuk melakukan kampanye.

“Memang banyak cara yang dilakukan partai politik untuk melakukan metode kampanye, bisa jadi memanfaatkan kegiatan pertemuan dengan masyarakat yang sekaligus untuk berkampanye, kadang dalam melakukan hal tersebut belum disertai dengan adanya STTP, dan hal tersebut dianggap memanfaatkan kondisi dan dianggap boleh bagi mereka,” pungkas Erna. (TR01/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat