15 April 2021

Berkonsep Terapung, Bani Arsyadi Bakal Jadi Ikon Wisata Religi Baru

2 min read

Gubernur Kalsel (tengah paling tinggi) saat menyerahkan secara simbolis bantuan pemprov Kalsel untuk pembangunan mushola Bani Arsyadi Banjarmasin pada Rabu (13/03).

BANJARMASIN – Selain dikenal sebagai kota seribu sungai, kota Banjarmasin juga memiliki julukan lain, yakni kota seribu mushola. Julukan itu mungkin tidak berlebihan, karena hampir disetiap sudut kota, akan dengan sangat mudah ditemukan mushola ukuran kecil maupun besar. Bahkan tak jarang, dalam satu kawasan pemukiman, terdapat 2 hingga 3 mushola. Penyebaran mushola yang cukup masif ini, seiring dengan jumlah penduduk muslim yang mendominasi di kota seribu sungai ini. Dari sejumlah mushola tersebut, beberapa diantaranya sudah berusia tua dan perlu sentuhan renovasi. Salah satunya mushola Bani Arsyadi di kawasan Sungai Jingah Banjarmasin. Mushola yang menjadi bagian dari situs makam Syech Surgi Mufti itu, kondisinya sudah sangat memerlukan perbaikan, terkait dengan semakin banyaknya jumlah jamaah. Tak tanggung – tanggung, proses renovasi mushola ini menarik perhatian banyak pihak, karena mengusung konsep terapung. Bahkan pemancangan tiang perdana pembangunan masjid (mushola) Bani Arsyadi pada Rabu (13/3) dihadiri langsung gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Pada kesempatan itu, pemerintah provinsi Kalsel yang diwakili gubernur, juga menyerahkan dana bantuan pembangunan sebesar 1 miliar rupiah.

Dalam sambutannya sebelum prosesi pemancangan tiang perdana pada Rabu (13/3) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, konsep terapung yang dipakai mushola Bani Arsyadi, akan menjadikan tempat ibadah ini sebagai ikon wisata religi baru di kota Banjarmasin khususnya, dan Kalimantan Selatan khususnya. Hal ini juga sejalan dengan visi dan misi pemerintah provinsi, untuk melepas ketergantungan ekonomi pada pertambangan batubara.

“Kita akan lebih mengandalkan pada sumber daya alam yang terbarukan, seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Tidak seperti batubara yang sewaktu-waktu dapat habis, maka sumber daya alam terbarukan dapat selalu diperbarui. Termasuk sektor pariwisata, dapat terus dikembangkan sesuai kondisi zaman,” jelas gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Apalagi menurut Paman Birin, konsep terapung akan menjadikan Bani Arsyadi sebagai mushola unik. Ditambah dengan arsitekturnya yang mengadopsi masjid Nabawi Madinah, maka mushola ini dapat dengan mudah menarik perhatian wisatawan.

“Posisinya yang di tepi sungai dan berada di jalur lalu lintas kelotok menuju pasar terapung, maka mushola ini sangat strategis bagi para wisatawan muslim. Mereka yang tidak sempat sholat Subuh, dalam perjalan menuju pasar terapung dapat sungguh terlebih dulu di mushola ini,” paparnya.

Selain menyerahkan dana bantuan pembangunan dari pemerintah provinsi Kalsel, Paman Birin juga menyerahkan bantuan secara pribadi, sebesar 100 juta rupiah. Pembangunan mushola Bani Arsyadi ini sendiri, memerlukan biaya hingga sebesar 4 miliar rupiah. Pada hari pertama pemancangan tiang perdana, dana yang terkumpul sudah mencapai 1,2 miliar rupiah. Untuk memenuhi target dana pembangunan ini, panitia menyiapkan voucher sumbangan bernilai 50 ribu dan 100 ribu rupiah. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat umum menyumbangkan dananya. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.