13 April 2021

Viral Pencabutan APK 01, Ini Sikap Bawaslu Kalsel

2 min read

Ketua Bawaslu kota Banjarbaru (tengah, batik) saat memberikan keterangan pada jumpa pers di kantor Bawaslu provinsi Kalsel Senin (11/03).

BANJARMASIN – Baru – baru ini tepatnya pada Minggu (10/03) beredar video di media sosial, yang memperlihatkan seorang lelaki berbadan besar tengah merebahkan alat peraga kampanye (APK) capres- cawapres nomor urut 01 di jalan Ahmad Yani sekitar bandara Syamsudin Noor. Dalam sekejap video itu menjadi viral setelah disebarkan oleh sejumlah akun Instagram dan Facebook. Viralnya video ini menyaingi Haul Guru Sekumpul ke-14, yang berlangsung pada hari yang sama. Ada yang kemudian mengaitkan tindakan lelaki itu, sebagai bagian dari sikap menghormati acara keagamaan dengan jutaan jemaah tersebut. Namun ada pula yang mengaitkan dengan batalnya capres nomor urut 02 datang ke acara Haul, dan orang itu dituding “mengamuk” karena alasan tersebut.  Terkait viralnya aksi perebahan APK ini, akhirnya Bawaslu kota Banjarbaru dan provinsi Kalimantan Selatan menyatakan sikapnya. Pada Senin sore (11/03) keduanya menggelar jumpa pers di kantor Bawaslu provinsi jalan RE Martadinata Banjarmasin.

Dalam keterangannya kepada wartawan, ketua Bawaslu kota Banjarbaru Dahtiar memaparkan bahwa pada Minggu (10/03) sekitar pukul 10.00 WITA terpasang APK capres-cawapres nomor urut 01 secara masif disepanjang jalan Ahmad Yani sekitar bandara.

“Padahal dalam beberapa kali rapat sudah disampaikan kepada tim pemenangan daerah, bahwa areal sepanjang jalan Ahmad Yani terlarang untuk dipasangi APK. Selain itu, dalam rapat persiapan Haul Guru Sekumpul juga sudah disampaikan pihak panitia, bahwa kegiatan ini tidak boleh dimanfaatkan untuk aktivitas politik apapun,” jelasnya kepada wartawan soal kronologis atau awal mula munculnya video tersebut.

Setelah mendapat banyak keluhan dari masyarakat khususnya pengguna jalan yang juga tengah menuju Haul Guru Sekumpul, akhirnya salah seorang panwascam Landasan Ulin bernama Raga, melakukan perebahan APK. Terhitung ada 15 APK yang sudah direbahkan oleh lelaki tambun tersebut.

“Pada intinya dia tidak mencabut APK, hanya merebahkan ke tanah saja. Saat aksi itu dilakukan, kemudian banyak pengguna jalan yang mengabadikannya melalui kamera telpon genggam. Termasuk seorang pengendara mobil yang diduga Intel, yang menegur Raga saat melakukan aksinya tersebut,” tambahnya.

Setelah video itu menyebar, pihak Bawaslu kota Banjarbaru memerintahkan untuk menghentikan tindakan perebahan itu. Apalagi di dalam video juga terlihat seorang jemaah Haul Guru Sekumpul pengendara motor skuter matic, turut merebahkan APK. Namun setelah dihentikan, ternyata APK dimaksud.kembali terpasang disepanjang kawasan bandara sekitar pukul 13.15 WITA.

Sementara itu, terkait aksi yang dilakukan panwascam bernama Raga Gapilau Jatsuma itu, Bawaslu provinsi Kalsel juga menyatakan sikapnya, yang dibacakan koordinator divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Kalsel Azhar Ridhani. Dalam pemaparannya, Aldo (sapaan khas Azhar Ridhani) membenarkan, bahwa pria yang terekam dalam video sedang merebahkan APK 01, adalah memang anggota panwascam Banjarbaru Raga.

“Secara aturan, memang pihak Bawaslu kota Banjarbaru memiliki kewenangan untuk menurunkan APK yang menyalahi aturan lokasi pemasangan. Termasuk disepanjang jalan Ahmad Yani, khususnya kawasan bandara pada kasus ini. Larangan itu juga sudah diketahui masing-masing kubu,” tegasnya.

Meski begitu, menurut Aldo, pihaknya masih akan mengkaji tindakan Raga tersebut, apakah sudah berjalan sesuai produser. Mengingat proses pencabutan atau pun tindakan terhadap APK, seharusnya dilakukan oleh tim yang tergabung dalam Gakkumdu.

“Jika terbukti tindakan yang dilakukannya mengarah pada pelanggaran, bahkan unsur pidana, maka Raga dapat saja dikenai sanksi internal,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.