BanjarmasinNews

Pasien Darurat, RS Ansari Saleh Utamakan Pelayanan Medis Daripada Aturan BPJS

BANJARMASIN – Meskipun tunduk dengan aturan administrasi yang diterapkan BPJS, namun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh tetap akan  melakukan pelayanan bagi pasien yang membutuhkan tindakan medis. Terlebih jika menyangkut keselamatan nyawa pasien, maka rumah sakit tidak lagi memperhatikan kaidah atau aturan BPJS, dan tetap mengutamakan dan menangani pasien sesuai kaidah medis. Penegasan itu disampaikan Direktur RSUD Ansar Saleh, Dr Izzak Zoelkarnain Akbar berkaitan dengan ranah layanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang diturunkan kepada BPJS. Diantaranya adanya kelebihan limit kunjungan pasien berobat yang harus dikenakan biaya tambahan, maupun keputusan menghilangkan dua jenis obat kanker obat Bevasizumab yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan kanker serta obat Cetuximab untuk pengobatan kanker kolorektal (kanker usus besar).

“Menyikapi aturan BPJS kita memang harus patuh dan tunduk, tapi dalam hal administrasi. Jika pelayanan itu dibutuhkan pasien, apalagi menyangkut keselamatannya, maka kita tidak lagi memperhatikan kaidah BPJS, dan akan kita kerjakan semaksimal mungkin,”  tegasnya.

Karena menurutnya, hal itu berkali-kali ditekankan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bahwa dalam melayani pasien yang ingin berobat di RSUD Anshari Saleh, maka pihak RSUD tidak boleh terpaku oleh kekurangan administrasinya seperti ketidakpunyaan kartu BPJS, pasien tidak mampu maupun pasien terlantar. Pasien harus diberikan layanan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Namun demikian, soal klaim akan diupayakan menyusul mengikuti kaidah BPJS.

“Jadi pelayanan tetap kita laksanakan sesuai kepentingan medis. Jadi tidak berpatokan karena tidak punya BPJS maka tidak dilayani. Selama dokternya menulis secara profesional maka pihak manajemen rumah sakit akan menyetujui,” jelas Izzak.

Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI) Cabang Kalselteng ini kembali menegaskan, bahwa rumah sakit tidak boleh berhitung untung- rugi, namun yang diperhatikan adalah pelayanan yang sebaik-baiknya. Sebab, untuk menghadapi hal darurat, RS Ansari Saleh masih memiliki dana pendamping senilai 1,5 miliar rupiah setiap tahunnya untuk mengatasinya.

“Ini sesuai instruksi Gubernur, siapapun, bagaimanapun, memiliki kartu BPJS ataupun tidak maka harus layani sebaik-baiknya, terutama pada pasien yang darurat mengancam nyawa,” pungkasnya. (NRH/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat