13 April 2021

BI: Haul Guru Sekumpul Dipastikan Sebabkan Inflasi

2 min read

kepala kantor perwakilan BI Kalsel (tengah sasirangan kuning) saat menyampaikan prospek perekonomian Kalsel pada kegiatan temu wartawan bulanan dikantornya Selasa (26/02).

BANJARMASIN – Kurang lebih sepuluh hari lagi, Kalimantan Selatan tepatnya kabupaten Banjar akan menggelar Haul Abah Guru Sekumpul, ulama besar kebanggan Banua KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani. Berbagai persiapan sudah dilakukan masyarakat kawasan Sekumpul, untuk menyambut tamu Haul yang diperkirakan mencapai jutaan orang. Baik dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan, Nusantara hingga mancanegara. Mulai dari persiapan konsumsi, pengamanan dan penginapan bagi para tamu. Sejumlah rumah warga dan bangunan disekitar kawasan Sekumpul, sudah disiapkan sebagai tempat menginap gratis bagi para tamu. Namun bagi tamu yang tetap ingin merasakan kenyamanan, pihak perhotelan di 3 kabupaten/kota sekitar Banjar juga sudah bersiap. Beberapa hotel berbintang dan non bintang, dipastikan sudah penuh dipesan tamu sejak jauh-jauh hari. Khususnya hotel di kota Banjarmasin, Banjarbaru bahkan hingga kabupaten Tapin. Aktivitas persiapan jelang pelaksanaan Haul dan peringatan Haul itu sendiri, dipastikan Bank Indonesia, akan menyebabkan inflasi di Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan temu wartawan bulanan dikantornya jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin pada Selasa (26/2), kepala  perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto menyebutkan, tingginya antusiasme masyarakat untuk memperingati Haul Guru Sekumpul, sedikit tidaknya pasti akan memicu inflasi.

“Haul Guru Sekumpul diperkirakan dihadiri jutaan jemaah dari berbagai penjuru. Aktivitas ini tentunya memicu tingginya permintaan, salah satunya untuk komoditas makanan dan perhotelan. Kondisi ini pastinya akan mendorong terjadinya inflasi, khususnya pada komoditas makanan. Hanya saja inflasi yang terjadi, diharapkan tidak terlalu tinggi,” jelas Herawanto di hadapan para wartawan.

Lebih lanjut Herawanto mengatakan, even tahunan Haul Guru Sekumpul setiap tahunnya selalu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama sektor UMKM.

“Pada Haul Guru Sekumpul tahun lalu, para pedagang pakaian muslim pria menuai keuntungan luar biasa, dengan tingginya permintaan dari tamu dan jemaah yang datang. Begitu juga pedagang souvenir, didatangi para tamu sebelum dan sesudah kegiatan Haul,” tambahnya.

Sementara itu, data Bank Indonesia  menunjukkan, pada tahun 2018, inflasi Kalimantan Selatan tecatat 2,63 persen, berada dalam target sasaran inflasi nasional 3,5±1 persen. Inflasi tersebut lebih rendah dari tahun 2017 yang sebesar 3,73 persen, serta sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional 3,13 persen.

Rendahnya inflasi Kalimantan Selatan pada tahun 2018, bersumber dari semakin rendahnya komponen harga dikarenakan tidak adanya momen kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang sudah terjadi pada tahun 2017.

Untuk komponen inflasi, bahan makanan bergejolak (volatile foods) dan kelompok inti (core) masih mengalami inflasi. Kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras yang cukup persisten selama 2018 menyebabkan harga komoditas tersebut beserta ikutannya, seperti kelompok makanan jadi pada komponen inti, mengalami peningkatan harga.

Namun demikian, koordinasi dan upaya pengendalian inflasi di Kalimanan Selatan melalui program penjajakan kerja sama antar daerah, pembentukan BUMDes, dan percontohan Rumah Pangan Lestari, mampu menjaga inflasi Kalimantan Selatan tetap stabil. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.