BanjarbaruNews

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Profesional Dengan Diklatpim IV

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) kembali menggelar pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV.

Diklatpim yang diikuti 40 ASN dari seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini merupakan angkatan XXXV ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional badan pengembangan sumber daya manusia, Heldy.

Dalam sambutan tertulisnya, gubernur menyampaikan harapan materi-materi dalam Diklat nantinya dapat menjadi bekal dalam mewujudkan perubahan, perbaikan dan peningkatan kinerja di instansi masing-masing.

Diharapkan juga dampak dari Diklat ini konsisten dan berkelanjutan, sehingga misi mengenai arah pemerintahan yang profesional dapat terwujud.

“ini harus jadi komitmen bersama, apalagi bagi pejabat pengawas dilingkungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, karena misi kita sangat jelas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya

Sementara itu secara khusus,  Kepala Bidang Pengembang Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDM Kalsel, Heldy menjelaskan diklatpim ini akan berlangsung selama 3 bulan terhitung sejak Selasa (26/2).

“Sesuai dengan kurikulum penjadwalannya adalah selama kurang lebih 3 bulan, jadi 1 bulan pembelajaran di kelas dan 2 bulan pelaksanaan implementasi proyek perubahan dari peserta. Jadi peserta di wajibkan untuk membuat proyek perubahan berkenaan dengan pelayanan publik,” terangnya

Selain itu Heldy mengatakan peserta yang mempunyai nilai terbaik dari peringkat pertama hingga 10 akan diberikan penghargaan dan kemudian diikutsertakan pada jambore inovasi Kalimantan bersaing dengan 4 provinsi Kalimantan yang lain.

Selain itu peserta juga akan mendapatkan sertifikat tanda mengikuti Diklat ini, namun bagi peserta yang tidak lulus diakui Heldy, pihaknya tidak segan untuk tidak meluluskan.

“Kalau tidak lulus artinya kan tidak berkompeten, kita tidak segan untuk tidak meluluskan, dan sudah beberapa kali terjadi,” pungkasnya. (ASC/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat