2 Maret 2021

Warga Banjarmasin Diminta Waspada Rabies

2 min read

Fungsional Efidiologi Kementerian Kesehatan Sonny saat menyampaikan bahaya rabies.

BANJARMASIN – Bahaya rabies disampaikan Kementerian Kesehatan pada saat acara kegiatan Pembinaan Kader serta Penguatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ), di aula kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Selasa (19/2).

Fungsional Efidiologi Kementerian Kesehatan Sonny menyampaikan, yang perlu diketahui oleh masyarakat saat ini, bahwa rabies tersebut sangat berbahaya. Karena bisa menyebabkan kematian.
“Meski berbahaya rabies ini, dapat dicegah oleh warga,” ucap Sonny.

Salah satu cara mencegah virus rabies ini, lanjut Sonny, bagi warga yang memiliki anjing, hendaknya selalu merawat hewan peliharaannya tersebut. Seperti, memberikan makan yang baik, memandikan, memberikan kalung peliharaan, rutin memberikan vaksin, dan lainnya.

Menurut Sonny, untuk kasus gigitan anjing rabies di Indonesia mencapai dua ribu kasus dan terbanyak di Sulawesi Selatan.

Sedangkan, untuk kasus gigitan anjing rabies di Kalimantan Selatan tidak banyak, begitu juga untuk di Kota Banjarmasin.
“Ada tiga hewan pembawa penyakit rabies yaitu, anjing, kucing, serta monyet. Diantara ketiga hewan tersebut anjing merupakan pembawa rabies terbesar, sedangkan kucing dan monyet hanya sebesar 20 persen saja,” ujar Sonny.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi menyampaikan, untuk kasus gigitan rabies yang menular kepada manusia di Kota Banjarmasin belum ada.

Karena, lanjut Dwi Atmi, pada saat adanya laporan kejadian anak atau warga yang tergigit anjing. Maka, orang tersebut langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin rabies. Sehingga tidak sampai tertular kepada orang lain.
“Untuk kasus rabies di Kota Banjarmasin ditahun 2018 lalu tidak ada,” ucap Dwi Atmi.

Dwi Atmi mengatakan, tidak adanya kasus rabies tersebut, karena pihaknya selalu memberikan vaksin terhadap siapa saja yang terkena gigitan anjing. Apakah, hewan tersebut terkena rabies atau tidak.
“Hal tersebut dilakukan, untuk pencegahan kasus rabies di Kota Banjarmasin,” pungkas Dwi Atmi. (SRI/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.