BanjarmasinNews

Penutupan Total Akses Jembatan Alalak, Ditunda Hingga Awal Maret

BANJARMASIN – Rencana penutupan total akses jalan menuju jembatan Alalak, baik dari arah Kayutangi Ujung maupun Handil Bakti, semula terjadwal pada Senin (25/2) mendatang. Namun dipastikan, rencana itu tertunda hingga awal Maret, karena adanya  sejumlah kendala. Akses jembatan Alalak memang sengaja ditutup, untuk kelancaran pembangunan jembatan Alalak baru, dengan model Cable Stayed, bernilai 247,5 miliar rupiah hingga 2 tahun ke depan.

Soal tertundanya penutupan akses menuju jembatan Alalak itu, dibenarkan Kepala Satuan Kerja (satker) Pelaksana Jalan Nasional Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin Syahriliansyah. Menurutnya, penundaan harus dilakukan, karena di lokasi pembangunan jembatan dengan bentang 850 meter dan lebard20 meter tersebut, masih terdapat sejumlah tiang jaringan listrik milik PT PLN, dan tiang jaringan telepon milik PT Telkom.

“Semula kita jadwalkan penutupan total akses ke jembatan pada 25 Februari,  tapi dipastikan mundur dan dijadwal ulang sampaj akhir bulan,” jelas lelaki yang biasa disapa Khairil itu.

Syahri menyebut, sejak awal sudah ada kesepakatan sejak dengan pihak PT Telkom dan PT PLN selaku pemilik aset, untuk memindahkan tiang-tiang tersebut.

“Tiang Telkom dan PLN itu berada di lokasi pembangunan oprit jembatan.  Pihak pelaksana proyek juga tidak dapat membuat jalan peralihan lalu lintas, jika tiang tidak dipindahkan.  Selain itu juga, jika dipaksakan bekerja, justru akan membahayakan pihak pelaksana khususnya pekerja,” ujarnya.

Hanya saja Syahri menambahkan, pada 25 Februari nanti, akan tetap dilaksanakan penutupan jalan,  namun hanya bersifat sementara, untuk simulasi atau ujicoba pengalihan arus lalu lintas.  Sebelumnya dijadwalkan, simulasi terakhir pada hari ini (20/2).

Terpisah,  Asisten Manajer Jaringan PLN Area Banjarmasin Sugianto mengakui, masih ada 5 tiang jaringan listrik yang terkena dampak pembangunan jembatan Alalak. Sejak Senin (18/2), proses pemindahan tiang sudah dilaksanakan, dan karena itu Ia mengimbau para pelanggan, untuk memahami kondisi ini, jika nantinya ada pemadaman saat proses pemindahan berlangsung. “Memindahkan jaringan yang bertegangan listrik itu harus dipadamkan,  jadi masyarakat kami mohon pengertiannya.  Insya Allah, kami akan selesaikan sampai batas waktu pada 23 Februari. Insya Allah tidak akan ada masalah dan kendala,”  terangnya. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat