NewsProvinsi Kalsel

Kalsel Bakal Punya Mesjid Bergaya Outdoor, Pertama Tahun Ini

BANJARMASIN – Lazimnya bangunan mesjid di Kalimantan Selatan, didominasi arsitektur bergaya Timur Tengah, dengan ciri khas menara serta kubah. Termasuk mesjid kebanggaan urang Banua, mesjid raya Sabilal Muhtadin, yang jadi salah satu ikon kota Banjarmasin. Sementara mesjid bergaya modern dan minimalis, jarang atau bahkan belum ada di wilayah provinsi Kalimantan Selatan. Nah, tahun ini bakal muncul mesjid modern minimalis, dengan konsep terbuka di salah satu sudut kota Banjarmasin. Tepatnya di sekitar lokasi SMK Negeri 3 Banjarmasin, kawasan jalan Pramuka.

Pelopor pembangunan mesjid berkonsep terbuka ini, yakni SMKN 3 Banjarmasin yang telah melakukan audiensi dengan Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kalsel pada Jum’at pagi (15/02).

Ketua DMI Kalsel HG Rusdi Effendi mengatakan, pembangunan mesjid ini sejalan dengan program pihaknya, yakni berupaya membangun mesjid sebanyak-banyaknya di Banua. Pihaknya mengarahkan semua pihak membangun mesjid jenis terbuka, karena biaya yang lebih murah dan dapat terbangun dalam waktu singkat.
“Kalau mesjid permanen, rata-rata memerlukan biaya minimal sekitar 2 miliar rupiah. Tetapi dengan gaya terbuka ini, paling maksimal memerlukan dana 500 juta rupiah, mesjid sudah terbangun,” ujarnya di hadapan para guru SMKN 3 Banjarmasin yang melakukan audiensi bersama ketua Panitia pembangunan mesjid Ahmad Rizqon, dan ketua RT di lingkungan sekolah.
Apalagi tujuan audiensi itu, juga untuk membahas desain mesjid yang akan dibangun.

Lebih lanjut Gusti Rusdi menekankan, bahwa mesjid itu nantinya juga harus memiliki ciri khas daerah, yakni budaya Banjar. Sehingga mudah dikenal, dan membedakannya dengan mesjid Cheng Ho, yang banyak menggunakan konsep terbuka ini, namun berornamen budaya Cina.
Budaya Banjar dimaksud menurut Gusti Rusdi, adalah ornamen rumah Banjar seperti ukiran dan aksesoris lainnya. Dimana keberadaannya harus ditampilkan dengan jelas.
“Kalau mungkin, sebelum Ramadhan nanti, mesjid sudah selesai,” harapnya.

Untuk pendanaan, sebelumnya DMI membantu renovasi musalla SMKN 3 Banjarmasin yang akan dijadikan mesjid outdoor ini sebesar 10 juta rupiah, dan bantuan 40 Al Qur’an.
Gusti Rusdi pun mengusulkan, agar diberlakukan Jum’at berinfak. Yakni sebesar dua ribu rupiah bagi siswa, yang diharapkan dapat membantu biaya pembangunan mesjid. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat