4 Maret 2021

WNA Asal China, Dominasi Izin Tinggal di Kalsel

2 min read

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalsel.

BANJARMASIN – Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak saja orang asing yang terlihat berseliweran di kota Banjarmasin, dan sejumlah kota lainnya di Kalimantan Selatan. Sebagian orang berpikir, mereka ini adalah wisatawan asing yang sengaja meluangkan waktu datang ke Banua, dengan gaya wisata BackpackerĀ  (Istilah untuk perjalanan wisata dengan budget murah atau terjangkau). Namun ternyata, orang asing yang sering kita lihat di jalan-jalan kota atau lokasi wisata itu, masih belum seberapa jumlahnya dengan yang tinggal atau bekerja di provinsi ini. Lalu, berapa jumlah orang asing yang tinggal di Kalimantan Selatan sampai saat ini?

Ternyata seluruh datanya, dimiliki oleh kanwil Kementrian hukum dan HAM, khususnya divisi keimigrasian.

Kepada Abdi Persada FM, kadiv keimigrasian kanwil kemenkumham Kalsel Dodi Karnida Halilintar Atmaja menjelaskan, setiap warga negara asing (WNA) yang memiliki keperluan datang ke provinsi ini, harus mengurus perizinan terlebih dulu ke kantor imigrasi. Terutama kantor imigrasi, yang akan menjadi lokasi tujuannya di Indonesia.

“Entah itu untuk kunjungan wisata, kepentingan pendidikan hingga keperluan pekerjaan, maka WNA harus mengurus perizinannya di kantor imigrasi, agar dapat masuk ke wilayah Indonesia dengan aman,” jelasnya saat ditemui Abdi Persada dikantornya.

Dodi Karnida mengatakan, hingga 1 Februari 2019, terdata 412 WNA bermukim di Kalimantan Selatan. Jumlah ini berkurang satu orang dibanding akhir Januari 2019, karena adanya pengurangan WNA asal Korea Selatan yang meninggal dunia di Tabalong Januari lalu.

“Dari jumlah itu, 365 WNA adalah pemegang izin tinggal sementara maksimal dua tahun, dan wajib diperpanjang jika hendak memperlama masa tinggal. Dimana sebagian besarnya merupakan tenaga ahli disejumlah perusahaan,” tambahnya.

Lebih lanjut Dodi mengatakan, berdasarkan asal negara, maka WNA asal China adalah yang paling banyak tinggal di Kalsel hingga 1 Februari lalu, yakni sebanyak 166 orang. Disusul Korea Selatan sebanyak 44 orang, dan Malaysia 35 orang.

“Dibanding Januari lalu, tercatat ada 177 WNA asal China. Berarti 11 WNA tidak memperpanjang masa tinggalnya di Kalsel pada Februari ini,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.