18 April 2021

RSID Banjarbaru : DBD? Obat Aman

1 min read

Salah satu pasien DBD di Banjarbaru.

BANJARBARU – Nia Lestiana putri, Seorang pasien demam berdarah asal kecamatan Cempaka kota Banjarbaru ini terpaksa harus istirahat total dari kesehariannya untuk sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Kondisi ini sudah berlangsung selama 1 minggu semenjak dirinya terserang penyakit demam berdarah pada awal februari yang lalu.

Menurut orang tua pasien Tarnie, awalnya setelah pulang sekolah, kondisi Nia mengalami panas yang tinggi hingga hari ketiga, sehingga diputuskan untuk dilarikan ke rumah sakit.

“Kondisi demam tinggi hingga 38,5 derajat celcius” ujarnya kepada abdi persada FM.

Pada saat itu terang Tarnie, kamar rumah sakit dalam keadaan penuh, dan di dominasi oleh pasien demam berdarah, sehingga beberapa dari pasien di rujuk ke rumah sakit yang ada di Banjarmasin.

“Penuh, kami nunggu sekitar 3 jam di IGD, Alhamdulillah akhirnya dapat kamar,” terangnya.

Hingga saat ini kondisi siswa SMP 3 Cempaka ini terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Idaman Banjarbaru melalui Kepala Bagian Tata Usaha Firman, menjelaskan hingga saat ini tercatat ada 230 pasien demam berdarah dengan status DD 90 pasien dan sisanya dengan status DHF.

Pihaknya mengatakan saat ini ketersediaan kamar dan obat masih bisa diatasi, demikian juga dengan keperluan darah.

“Obat aman, untuk darah memang sempat kekurangan, tetapi masih bisa diatasi apalagi pelayanan hematologi selalu jalan,” terangnya. (ASC/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.