NewsProvinsi Kalsel

Beli Mobil Bekas, Cek Pajak Progresifnya

BANJARMASIN – Pernahkah Anda mengalami, saat membayar pajak kendaraan roda empat atau mobil, harus mengeluarkan biaya hingga puluhan juta rupiah? Hati-hati, mungkin saja hal itu dapat terjadi pada Anda, karena kekurangtelitian saat membeli mobil. Khususnya mobil bekas atau mobil second. Mengapa? Karena mungkin saja mobil yang Anda beli, merupakan kepemilikan kedua atau seterusnya dari pemilik sebelumnya. Sementara berdasarkan aturan yang berlaku di provinsi Kalimantan Selatan, setiap kepemilikan kendaraan kedua dan seterusnya, dengan nama dan alamat pemilik yang sama, maka akan dikenakan pajak progresif. Dimana besarannya bertambah beberapa persen, dibanding kepemilikan kendaraan pertama, kedua, ketiga hingga seterusnya. Dengan begitu dapat dibayangkan, jika mobil yang Anda beli adalah kendaraan kelima yang dimiliki sang penjual, maka otomatis kewajiban pembayaran pajak progresif tersebut, dialihkan kepada Anda. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Kepada Abdi Persada FM, kepala badan keuangan dan aset daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan Aminuddin Latif menghimbau, agar masyarakat yang hendak membeli mobil bekas, memastikan status mobil terlebih dulu. Apakah merupakan kepemilikan kedua atau seterusnya.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan, karena ketidaktahuannya terkait pajak progresif yang pemerintah berlakukan. Karena itu, calon pembeli mobil dapat saja memeriksa status pajak progesif mobil yang akan dibelinya di kantor Samsat. Gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut Amin (sapaan akrabnya) juga menghimbau, agar pembeli mobil bekas, segera melakukan balik nama atas kendaraan dimaksud.
“Tujuannya tidak lain, agar pembeli mobil bekas ini tidak dibebani pajak progresif yang seharusnya dibayarkan pemilik sebelumnya. Apalagi kalau sampai pajak yang harus dibayar senilai 50 juta rupiah lebih. Kasian kan, karena nilai pajaknya hampir sama dengan harga mobil,” tambahnya.

Amin menuturkan, banyak kasus keberatan para wajib pajak untuk menunaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor, karena nilainya yang sangat besar. Setelah diusut, ternyata mobil yang dimiliki sang wajib pajak, masih atas nama pemilik sebelumnya, dengan kewajiban pajak progresif.
“Karena itu sekali lagi saya tekankan, segera balik nama kepemilikan mobil bekas, agar peristiwa seperti ini tidak terulang. Pemerintah pasti akan memberikan pelayanan terbaik, untuk memudahkan proses balik nama ini. Meski untuk menghapuskan bea balik nama, masih akan dipertimbangkan,” tutup Amin. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat