13 April 2021

Lahan HPS Dibongkar, Ini Jawaban Pemprov Kalsel

2 min read

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel saat memberikan keterangan kepada Abdi Persada FM.

BANJARBARU – Bagi Anda yang sering mengunjungi kawasan perkantoran pemerintah provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, tentunya sering menikmati nuansa pedesaan yang dihadirkan perkampungan di lahan seluas 2 hektar, di depan kantor Balitbangda provinsi. Bahkan objek wisata gratis yang sering didatangi anak – anak sekolah disekitar Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura itu juga dilengkapi hewan-hewan ternak serta patung itik, yang menambah suasana pedesaan terasa kental. Namun sejak akhir Januari 2019 lalu, pemandangan itu sudah tidak dapat dinikmati lagi, seiring dengan dibersihkannya areal itu dengan menggunakan eksavator. Yang tersisa di sana hanya ajang patung itik, yang menjadi penanda bahwa di sana pernah ada perkampungan pertanian dan peternakan dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018, dimana Kalsel menjadi tuan rumahnya. Sejumlah kalangan mempertanyakan alasan pembersihan itu, karena terkesan tiba-tiba.

Namun kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, bahwa lahan eks HPS itu sebenarnya peruntukannya sejak awal adalah untuk hutan kota. Sehingga yang dilakukan saat ini, adalah mengembalikan fungsinya kembali.

“Waktu itu dipinjamkan saja untuk kegiatan HPS. Lalu kemudian setelah HPS bisa, tempat itu masih ramai dikunjungi wisatawan. Sehingga tertundalah proses pembersihan lahan, untuk menjadi hutan kota kembali,” jelas Hanif.

Lebih lanjut Hanif mengatakan, pembersihan lahan harus secepatnya dilaksanakan pada musim hujan. Tujuannya tidak lain, agar proses penanaman dapat berjalan lancar.

“Musim hujan diprediksi hanya berlangsung sampai Maret, karena itu proses pembersihan dipercepat. Sehingga pada awal tahun kita sudah dapat memulai penanaman pohon,” katanya.

Apalagi sesuai instruksi dari gubernur Kalsel Sahbirin Noor, lahan seluas 2 hektar itu masuk dalam kawasan miniatur tropical rain forest atau miniatur hutan tropis di tengah kota.

Perlu diketahui, untuk mengembalikan fungsi lahan hutan kota tersebut, sudah disiapkan 2 ribu batang pohon oleh dinas kehutanan. Yakni pohon Mahoni, Ulin, Sengon dan Meranti. Sebagai belt atau keliling lahan, ditanam pohon Sengon, sementara pohon lainnya menyebar di lahan seluas 2 hektar tersebut. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.