NewsProvinsi Kalsel

Tiket Pesawat Dorong Inflasi Tinggi Di Kalsel

BANJARBARU – Prediksi sejumlah pihak, bahwa kenaikan harga tiket pesawat terbang pada awal tahun 2019 bakal mendorong inflasi pada Januari 2019, ternyata terbukti. Pada jumpa pers bulanan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan disebutkan bahwa, dua kota yang melakukan penghitungan indeks harga konsumen, Banjarmasin dan Tanjung, pada Januari 2019 mengalami inflasi cukup tinggi. Yakni 0,82 persen di kota Banjarmasin, dan 0,71 persen di kota Tanjung. Dimana gabungan penghitungan inflasi di dua kota tersebut, membuat Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,81 persen pada Januari 2019 atau di atas angka inflasi nasional sebesar 0,32 persen. Data BPS itu menunjukkan, andil kenaikan harga tiket pesawat terhadap inflasi di Banjarmasin mencapai 0,45 persen atau tertinggi dibanding komoditas pendorong lainnya. Seperti ikan gabus, bawang merah dan emas perhiasan. Sementara di Tanjung, inflasi lebih didorong kenaikan harga daging ayam ras.

Dalam keterangannya pada jumpa pers bulanan di kantornya kawasan jalan Trikora Banjarbaru pada Jum’at (01/02), kepala BPS Kalsel Diah Utami mengatakan, pada setiap awal tahun anggaran, selama tiga tahun terakhir ini, Kalsel memang selalu mengalami inflasi lumayan tinggi.
“Jika dibandingkan dengan Januari 2018, inflasi pada Januari 2019 ini jauh lebih tinggi. Akan tetapi, inflasi tertinggi masih dipegang Januari 2017 lalu,” jelasnya.

Umumnya menurut Diah, inflasi dipengaruhi tiga komponen pendorong. Yakni harga yang dipengaruhi kebijakan pemerintah (administered goods inflation), harga yang bergejolak (volatile goods inflation) serta komponen inti (core inflation).
“Pada Januari 2019 ini, barang – barang yang harganya dipengaruhi kebijakan pemerintah mengalami inflasi sebesar 2,20 persen, harga yang bergejolak mengalami inflasi 1,73 persen, dan komponen inti mengalami inflasi 0,19 persen,” tambahnya.

Di 83 kota di Indonesia, tercatat 73 kota mengalami inflasi, dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen, dan inflasi terendah di kota Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di kota Tual sebesar 0,87 persen, dan deflasi terendah di kota Merauke sebesar 0,11 persen. Sedangkan untuk kota – kota di Kalimantan, ada 9 kota yang mengalami inflasi termasuk Banjarmasin dan Tanjung. Dimana inflasi tertinggi terjadi di Singkawang sebesar 1,19 persen dan terendah di kota Sampit sebesar 0,34 persen. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat