3 Maret 2021

Industri Pariwisata Di Banjarmasin, Turun

2 min read

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat menghadiri Muswil Asperindo Kalsel ke-5.

BANJARMASIN – Naiknya tiket pesawat dan bagasi berbayar, ternyata berimbas pada penurunan industri pariwisata di Kota Banjarmasin.

Hal ini disampaikan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, pada saat membuka Musyawarah Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Indonesia (Asperindo) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (31/1).

“Permasalahan kenaikan tiket pesawat ini, seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena dapat berimbas pada banyak hal, seperti penurunan kunjungan wisata, menaiknya ongkos pengiriman, dan lainnnya.

Karena itu, kami mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Asperindo yang meminta agar pemerintah pusat turun tangan, untuk mengatasi persoalan ini,” ucap Ibnu.

Ibnu mengatakan, pihak jasa penerbangan sebelumnya pernah berjanji, akan menurunkan harga tiket. Namun, sampai saat ini harga tiket tidak turun-turun.

Ibnu mengharapkan, pada muswil Asperindo ini, dapat mencarikan solusi terhadap permasalahan mahalnya biaya peningkatan tiket pesawat dan bagasi berbayar, yang saat ini sudah berimbas pada tingginya biaya pengiriman.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Indonesia (Asperindo) Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Sohanto mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait mahalnya biaya pengiriman saat ini.

“Dampak dari bagasi pesawat yang dikenakan tarif berbayar, serta naiknya harga tiket pesawat, membuat kami sempat kebingungan mencari solusi agar jasa pengiriman atau jasa express tidak mengalami penurunan, karena mahalnya ongkos kirim,” tutur Sohanto.

Menurut Sohanto, dampak dari bagasi pesawat yang berbayar membuat penurunan drastis usaha jasa pengiriman atau jasa express diseluruh Indonesia termasuk di Kota Banjarmasin.

“Sejak lima bulan terakhir ini, biaya akomodasi pengiriman express ini naik sebesar 120 persen yang membuat penurunan pada jasa pengiriman maupun pada penurunan pembelian produk,” ungkap Sohanto.

Sohanto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat secara resmi kepada Presiden RI Joko Widodo untuk dapat memperhatikan kegundahan dan kegelisahan masyarakat terhadap biaya pengiriman yang melonjak naik dalam lima bulan terakhir ini. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.