BanjarBanjarbaruNews

PDAM Intan Banjar Mendapat Apresiasi Dari Penyerta Modal

BANJARBARU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar menggelar Rapat Umum Penyertaan Modal (RUPM) Tahun Buku 2018, Rabu (30/1)  di Aula Intan lantai III PDAM Intan Banjar, di Banjarbaru.

Rapat yang digelar dari jam 10 pagi tersebut langsung dihadiri Bupati Banjar, Khalilurrahman bersama Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Supiani.

Kepada Sejumlah Wartawan Bupati Banjar Khalilurrahman yang akrab disapa Guru Kholil menyampaikan pada RUPM yang di selenggarakan saat ini, pihak PDAM Intan Banjar sangat mengharapkan sekali adannya Penyertaan Modal dari Pemerintah Kabuoaten Banjar, oleh karena itu pihaknya akan menyediakan Pernyataan Modal tersebut.

“Semoga RUPM ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus meningkatkan optimalisasi kinerja PDAM Intan Banjar, agar semakin lebih baik dan profesional,” kata Guru Kholil.

Guru Kholil sangat mengapresiasi dengan kinerja PDAM Intan Banjar selama ini. Keberadaan PDAM Intan Banjar, diakui memiliki kontribusi yang sangat besar dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan sekitarnya melalui penyediaan air bersih.

Guru Kholil berharap PDAM Intan Banjar terus meningkatkan kinerja perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan secara konsisten, khususnya kualitas air untuk pelanggan.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar mengatakan dirinya bersyukur Banjarbaru dan Kabupaten Banjar sudah berjalan tinggal menunggu provinsi Kalimantan Selatan. Dari data yang disampaikan Walikota Banjarbaru, untuk sekitar bandara harus ada dukungan kuat dari pihak provinsi karena bandara milik kita bersama biaya besar karena 5 km harus sampai bandara.

“Untuk saat sekarang ini Banjarbaru sudah hampir 38 persen sedangkan Kab.Banjar dengan luas daerah mencapai 30 persen, Insyaallah 2019/2020 mencapai 80 persen. Untuk pinggiran kota Aluh-aluh, Sei Pinang dan Sambung Makmur sudah dapat. Kalau Banjarbaru dekat wilayahnya. Kalau saat ini Bangkal juga sudah masuk,” kata Syaiful

Tidak sampai disitu disampaikan Syaiful, dengan adanya penyertaan modal ini, tentunya akan mendukung pengembangan perpipaan, mengingat perpipaan membutuhkan biaya yang cukup mahal dengan membentang pipa antara Sungai Tabuk ke Aluh-aluh dengan jarak yang begitu jauh dan tentunya menggunakan dana cukup besar.

“Mudah-mudahan dengan pelan-pelan tahap-bertahap, sekarang Aluh-aluh sudah 1×24 jam jadi mudahan yang lain bisa lagi menstabilkannya, dan insya allah dengan tidak lama akan turun memeriksa  jalan habis galian disemen dan diaspal, semua jalan akan memjadi baik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, terwujudnya perusahaan daerah air minum Intan Banjar terbaik dikelasnya ini merupakan Visi dari PDAM Intan Banjar, adapun Misinya untuk melaksanakan pengolahan dan pendistribusian air minum secara berkelanjutan berbasis teknologi informasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan pengelolaan keuangan secara transparan, dan melaksanakan pengawasan serta pengendalian untuk mencapai efisien dan efektif.

Untuk nilai kinerja PDAM Intan Banjar berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 tahun 1999, pada tahun 2018 lalu meraih nilai 64,27 dengan predikat kinerja baik, meningkat dibanding tahun sebelumnya pada tahun 2017 yang meraih nilai 62,13. Sedangkan nilai kinerja berdasarkan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Air Minum pada 2018 lalu masuk dalam aspek kategori sehat, serta Opini Kantor Akuntan Publik atas laporan keuangan PDAM Intan Banjar pada 2018 masuk dalam aspek opini WTP.

Sementara,  untuk cakupan pelayanan pada tahun 2018 yang lalu mencapai 63,55 persen dan terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2017 yakni 56,10 persen untuk cakupan wilayah di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru.

Adapun Perencanaan untuk kegiatan investasi meliputi pengadaan dan pemasangan jaringan perpipaan dari IPA II Pinus menuju Bandara- Lingkar Utara- Jalan Gubernur Syarkawi yang masuk dalam tahap II,  Pembuatan distrik meter area dalam rangka program penurunan kebocoran, optimalisasi intake air baku dan perpompaan Sungai Tabuk., pengadaan dan pemasangan jaringan perpipaan distribusi Jalan Pemajatan- Jalan A Yani dengan diameter 400 milimeter untuk optimalisasi pelayanan di wilayah Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar dan sekitarnya.

Pada rapat ini pula dilakukan penandatanganan berita acara hasil RUPM dan Kontrak kinerja tahun 2019, oleh Bupati Banjar  Khalilurrahman bersama Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Diruktur PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar, tentang persetujuan dari penyerta modal atas laporan keuangan dan kinerja PDAM Intan Banjar Tahun 2018 serta rencana strategis kedepan. (AF/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat