13 April 2021

Tabloid “Indonesia Barokah” Masuk Kalsel, Bawaslu Langsung Bergerak

2 min read

Petugas sedang memperlihatkan tabloid Indonesia Barokah yang ditahan Bawaslu peredarannya di Kalsel.

BANJARBARU – Dunia perpolitikan Indonesia digemparkan dengan kemunculan tabloid Indonesia Barokah di Jawa Tengah dan Jawa Barat sejak pertengahan Desember 2018 lalu. Bukan karena tabloid tersebut hanya beredar dikalangan pesantren dan masjid serta mushola saja, tetapi karena isinya diduga menjatuhkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu April 2019 mendatang. Bahkan capres dan cawapres dimaksud, sudah melaporkan tabloid kontroversial itu, yang kemudian diketahui alamat redaksinya fiktif. Bawaslu RI pun segera bertindak, dengan menyerukan seluruh Bawaslu dan Panwaslu menghentikan atau menahan distribusi tabloid itu didaerahnya masing-masing. Salah satunya di Kalimantan Selatan, yang ternyata pada Senin (28/1) kedatangan kiriman 3 koli tabloid tersebut melalui Sentra Pengolahan Pos (SPP) Kantor Pos Landasan Ulin Banjarbaru.

Menurut petugas pengawas SPP Kantor Pos Landasan Ulin Banjarbaru Dyna Satria, pada awalnya datang 3 koli paket tanpa alamat pengirim dari Jakarta Selatan, melalui Surabaya. Setelah diperiksa, ternyata isinya adalah tabloid yang tengah diperbincangkan.

“Kami laporkan temuan ini ke panwas kota, yang kemudian meneruskannya ke Bawaslu provinsi. Dan pada hari ini (Selasa) Bawaslu datang untuk memastikan hal tersebut,” jelasnya kepada wartawan.

Tak lama kemudian, datang lagi berpuluh-puluh koli paket yang sama, dengan isi tabloid Indonesia Barokah. Sehingga tercatat sampai Selasa sore, ada 39 Koli tabloid Indonesia Barokah tiba di Kalsel.

Menanggapi hal ini, ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan mengatakan, sesuai kesepakatan dengan seluruh Bawaslu di Indonesia, maka peredaran tabloid Indonesia Barokah dihentikan sampai ada keputusan pasti soal statusnya dari Gakkumdu.

“Jika dilihat dari isinya, tabloid ini termasuk kategori black campaign, karena terkesan mendeskreditkan salah satu pasangan calon,” ujarnya.

Karena itulah, pihaknya pun sudah membuat berita acara soal ditahannya tabloid Indonesia Barokah ini oleh Bawaslu Kalsel.

Tercatat ada 1.248 eksemplar tabloid yang dialamatkan untuk sejumlah masjid di wilayah Kalsel. Yakni kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan dan kota Banjarbaru. Sementara 35 Koli lainnya atau sebanyak 10.744 eksemplar tabloid dialamatkan ke wilayah lainnya di Kalimantan. Diantaranya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Bawaslu Kalsel akan kembali mendatangi SPP kantor pos Landasan Ulin Banjarbaru pada Rabu (30/1), karena masih akan ada lagi kiriman tabloid yang datang. Bahkan hingga berita ini diturunkan, puluhan paket berisi tabloid Indonesia Barokah terus berdatangan di SPP kantor pos Landasan Ulin tersebut. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.