18 April 2021

Awal Tahun, Polda Kalsel Ungkap 3 Sindikat Narkoba

2 min read

Wakapolda Kalsel (seragam polisi) memperlihatkan barang bukti narkoba sebelum melakukan pemusnahan pada Selasa (29/01).

BANJARMASIN – Selasa pagi (29/1) puluhan wartawan sudah berkumpul di loby mapolda Kalimantan Selatan, untuk mengikuti konferensi pers terkaitĀ  pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel sepanjang Januari 2019. Sekitar pukul 10.30 WITA, wakapolda Brigjend Aneka Pristafuddin tiba di tempat, bersama sejumlah pejabat perwakilan dari lembaga penegak hukum, yang selama ini bekerjasama dengan Polda Kalsel dalam hal pemberantasan narkoba. Diantaranya Kadiv pemasyarakatan kanwil kemenkumham Kalsel, pejabat perwakilan Kejati Kalsel, serta dari Balai Besar POM Banjarmasin. Tak lama, konferensi pers yang menghadirkan puluhan tersangka kasus narkoba dan sejumlah barang bukti tersebut, dimulai.

Dalam jumpa pers, Wakapolda Aneka Pristafuddin mengatakan, sepanjang awal tahun 2019 ini, jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel dan dibantu sejumlah pihak, berhasil mengungkap 3 jaringan sindikat narkoba.

“Yakni jaringan lapas Karang Intan – Cempaka dan Teluk Dalam, jaringan Kalimantan Utara, serta jaringan narkoba Malaysia – Sumatera – Banjar. Barang bukti yang disita adalah sebanyak 3,5 kilogram sabu, dan 2 ribu butir lebih pil ekstasi dari 12 tersangka,” paparnya.

Lebih lanjut wakapolda mengatakan, pengungkapan jaringan sindikat narkoba di lapas 3 kabupaten kota, ternyata melibatkan oknum sipir di lapas Cempaka Banjarbaru.

‘Yang bersangkutan kami tangkap pekan lalu dirumahnya dengan kepemilihan narkoba jenis sabu. Kami duga Ia bertugas sebagai kurir di lapas Cempaka. Penangkapan tersangka, merupakan hasil kerjasama dengan kanwil kemenkumham Kalsel,” jelasnya lagi.

Selain memaparkan pengungkapan sejumlah kasus narkoba, wakapolda bersama para pejabat lembaga penegak hukum di Kalsel itu juga memusnahkan barang bukti narkoba, hasil pengungkapan kasus sejak Desember 2018 hingga Januari 2019.

Menurut Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Wisnu Widharto, barang bukti yang dimusnahkan ini berupa sabu sebanyak 3 kilogram lebih, ekstasi 2 ribu butir lebih dan 1.700 butir lebih obat daftar G.

“Barang bukti ini sudah harus dimusnahkan, karena sesuai undang-undang, barang bukti yang sudah dipastikan statusnya oleh kejaksaan, dalam jangka waktu 7 hari sudah harus dimusnahkan. Mengingat barang bukti narkoba ini tergolong kategori pengawasan tinggi, yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.