1 Maret 2021

7 Orang Warga Kota Banjarmasin Positif DBD

2 min read

Ilustrasi nyamuk deman berdarah (ist).

BANJARMASIN – Hingga dipenghujung bulan Januari 2019 ini, sudah tercatat 7 warga kota Banjarmasin positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarmasin dr Dwi Atmi, kepada sejumlah wartawan, Senin (28/1).

Tujuh orang korban DBD tersebut tercatat, sebagai warga Kecamatan Banjarmasin Timur, terdiri dari Kelurahan Kuripan terdapat dua orang yang terkena DBD. Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara terdapat 1 orang, Kelurahan Kuin Raya terdapat 1 orang, Kelurahan Teluk Dalam terdapat 1 orang, Kelurahan Kelayan Timur  terdapat 1 orang warga, serta Kelurahan Pemurus Dalam terdapat 1 orang.

“Tujuh orang positif DBD tersebut terdiri dari balita satu orang, dan enam orang dewasa,” ujar dr Dwi Atmi.

Menurut dr Dwi Atmi, dengan diterimanya laporan dari tujuh kasus DBD tersebut. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus meningkatkan upaya pencegahan melalui penyemprotan fogging agar dapat memberantas peredaran nyamuk aedes aegypty tersebut.

Selain itu, lanjut dr Dwi Atmi, pihaknya juga mencari dan mengajari warga bagaimana cara memberantas nyamuk demam berdarah tersebut. Keberadaan jentik nyamuk tersebut bisa bersembunyi di bawah dispenser,  talang air, tanaman di pot dan tanahnya tidak pernah digemburkan, munculah air hujan dan karena tanahnya keras dan akhirnya muncul jentik, dan lainnya.

“Akan kami tingkatkan terus upaya pencegahan, menyemprotkan fogging ke berbagai pelosok di pemukiman terlebih kawasan padat penduduk untuk menghindari peredaran nymuk yang menyebabkan DBD ini,” tutur dr Dwi Atmi lebih lanjut.

Lebih lanjut dr Dwi Atmi berharap, tidak ada lagi jatuh korban di Banjarmasin seiring ditingkatkannya pencegahan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty melalui penyemprotan Fogging keberbagai pelosok kelurahan di Banjarmasin.

“Saya berharap tidak ada lagi korban, dan meminta kepada masyarakat tetap waspada, agar senantiasa menghindar dari tempat yang banyak terdapat nyamuk, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucap dr Dwi Atmi.

Dalam kesempatan tersebut, dr Dwi Atmi berpesan, pastikan di rumah masing masing tidak ada jentik dan gunakan lotion anti nyamuk setiap harinya untuk pencegahan.

“Kenakan selalu lotion anti nyamuk untuk seluruh anggota keluarga kita, agar terhindar dari gigitan nyamuk demam berdarah,” punkas dr Dwi Atmi. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.