BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Wow! Kalsel Terbanyak Pengidap Hipertensi di Indonesia

BANJARMASIN – Mengejutkan. Mungkin itulah ekspresi yang tergambar di wajah kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, saat menerima hasil Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) tahun 2018 yang diterimanya dari salah satu staf, saat ditemui Abdi Persada FM dikantornya kawasan Belitung Banjarmasin, pada Rabu pagi (23/1). Bagaimana tidak, dari data itu terlihat bahwa provinsi Kalimantan Selatan menduduki posisi pertama jumlah kasus penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia, pada tahun 2018 lalu.

Tercatat 44,1 persen penduduk usia 18 tahun ke atas menderita penyakit tidak menular tersebut, pada tahun 2018. Sementara angka rata-rata nasional hanya dikisaran 34,1 persen.

Kepada Abdi Persada FM, kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim mengakui, tingginya kasus hipertensi ini dominan disebabkan perilaku gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang. Bahkan hampir sebagian besar penduduk Kalimantan Selatan usia 18 tahun ke atas, jarang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

“Hasil survei riskesdas tahun 2018 ini juga menunjukkan, bahwa tingkat kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan di Kalsel, mencapai 98 persen lebih. Meski secara nasional, angka konsumsi tersebut juga rendah yakni 95 persen. Namun tetap saja angka Kalimantan Selatan berada di atas rata-rata nasional,” jelas Muslim.

Sementara terkait perilaku gaya hidup sehat, menurut Muslim, saat ini sudah mulai terlihat adanya perubahan ke arah positif. Hal itu terlihat dengan semakin banyaknya bermunculan komunitas olahraga, yang dibentuk masyarakat untuk alasan kesehatan.

“Kurang bergerak atau berolahraga, juga menjadi salah satu pemicu hipertensi. Di Kalsel, perilaku itu sudah mulai berkurang, seiring banyaknya masyarakat yang suka berolahraga. Baik secara  perorangan maupun berkelompok. Seperti komunitas lari dan bersepeda, yang makin menjamur, khususnya di Banjarmasin dan sekitarnya,” jelasnya lagi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, peningkatan jumlah penderita penyakit hipertensi setiap  tahunnya, terjadi di seluruh dunia  tidak hanya di Indonesia saja. Selain karena faktor genetik, hipertensi juga dapat dipicu dari perilaku gaya hidup serta pola makan tidak sehat. Yakni mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi, stres, malas bergerak, obesitas, merokok serta minum minuman beralkohol. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat