4 Maret 2021

Insentif Guru Honor Dipastikan Jadi Prioritas Pemprov Kalsel

1 min read

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Hasanuddin.

BANJARMASIN – Minimnya insentif guru honorer tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan mendapat sorotan dari Wakil Rakyat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanbu, Hasanuddin menyampaikan dua tahun lalu ketika masih dibawah binaan Kabupaten Tanah Bumbu, sekitar seribu lebih guru non PNS di “Bumi Bersujud” mendapatkan imbalan sebesar Rp1.850.000 perbulan. Honor tersebut dinilai terbilang cukup untuk menghidupi keluarga. Namun pasca diambil alih Provinsi, mereka hidup dibawah bayang-bayang serba kekurangan karena hanya dibayar Rp1 juta perbulan.

Berkaca dengan keresahan ini, DPRD Tanbu mengadu ke DPRD Kalsel, Senin (21/1). Mereka mendesak Wakil Rakyat Tingkat Provinsi mempertimbangkan untuk meminta Pemprov menaikkan honor guru non PNS yang layak. Hasanuddin mengaku miris gaji guru honorer kalah dibanding penghasilan buruh harian yang rata-rata Rp3 juta perbulan. Bahkan ia mengkritisi Kalsel tak berani meniru kebijakan Kalteng yang memberikan gaji guru honorer sebesar Rp2,5 juta perbulan.

“Padahal APBD kita lebih besar dibanding propinsi tetangga,” katanya.

Menyikapi pengaduan ini, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Hariyanto mengatakan pihaknya bersama Pemprov berkomitmen memprioritaskan kesejahteraan guru honorer. Namun harus secara bertahap, mengingat kemampuan keuangan daerah.

“Buktinya mulai tahun ini, Pemprov Kalsel menambah insentif guru non pns sebesar 50 persen menjadi Rp1,5 juta perbulan,” katanya.

Menurut Politisi PKS ini, pihaknya akan terus memperjuangkan agar penghasilan guru honorer sesuai UMP. (NRH/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.