3 Maret 2021

Akhir Februari, Jalan Kayutangi Ujung Ditutup

2 min read

Perkiraan bentuk jembatan Sungai Alalak setelah dirampungkan pada 2021 nanti.

BANJARMASIN – Hujan deras yang mengguyur kota Banjarmasin sejak pukul 11.00 WITA masih belum reda, ketika rapat persiapan pengalihan jalan untuk pembangunan jembatan Sungai Alalak berakhir, pada pukul 13.00 WITA pada Selasa (22/1) di kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin kawasan Kayutangi. Meski berakhir, namun hasil keputusan rapat masih belum bersifat final, karena simulasi pengalihan jalan belum ditentukan kapan pelaksanaannya. Padahal pembangunan jembatan yang menjadi akses utama Banjarmasin dan Batola itu, tinggal kurang lebih satu bulan lagi, yakni pada 25 Februari 2019. Dimana pada saat itu, akses jalan Kayutangi Ujung menuju jembatan Kayutangi 1 yang eksis saat ini, akan benar-benar ditutup.

Kepada wartawan, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel 1 BBPJN XI Banjarmasin Syahriliansyah menjelaskan, rapat kali ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya pada Kamis pekan lalu. Dimana rapat kali ini, lebih banyak untuk mendengarkan masukan dari sejumlah pihak. Baik masyarakat, kepolisian, dinas perhubungan dari Banjarmasin dan Batola, serta pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

“Salah satu masukan yang banyak diberikan adalah, agar simulasi pengalihan arus segera dilakukan. Mengingat pembangunan jembatan sudah akan dimulai pada akhir Februari 2019 nanti. Sebab jika simulasi tidak dilakukan, maka akan sulit bagi kepolisian menentukan titik-titik mana saja yang akan mengalami perpasaran, setelah adanya pengalihan jalan ini,” jelasnya usai rapat.

Namun dari pembicaraan lebih lanjut, menurut Syahril (sapaan akrabnya) simulasi ternyata baru dapat dilakukan setelah rampungnya perbaikan jembatan Kayutangi 2 di terminal Handil Bakti, oleh pemerintah kabupaten Batola. Mengingat perbaikan jembatan ini sangat mendesak, melihat kondisi opritnya yang dapat membahayakan pengendara. Apalagi saat arus lalu lintas benar-benar dialihkan nanti, akan lebih banyak lagi pengendara yang melintas.

“Insya Allah simulasi sempat dilakukan, meski waktunya mepet. Karena simulasi hanya dilakukan selama satu hari. Yang penting, sosialisasi dan pengumuman soal akan adanya pengalihan jalan sudah terpasang, di sisi jalan Banjarmasin maupun di Batola. Jadi simulasi nanti, hanya akan menentukan titik-titik pengarahan kendaraan saja,” tambahnya.

Seperti diketahui, mulai 25 Februari 2019 mendatang, BBPJN XI melalui PT WIKA selaku kontraktor pembangunan, mulai mengerjakan jembatan Sungai Alalak sepanjang 850 meter dan lebar 20 meter. Jembatan dengan design cable stayed ini, dibangun dengan biaya 247,5 miliar rupiah secara multiyears selama 2 tahun. Pada permulaan, pembangunan jembatan dimulai dengan pemasangan bor pile sebanyak 52 titik, sebagai pondasi jembatan di sisi Alalak Batola. Selama kurang lebih 6 bulan pemasangan bor pile, barulah pembangunan pondasi dilanjutkan di sisi Banjarmasin, dengan pemasangan tiang pancang. Diperkirakan jembatan yang akan menjadi ikon baru kota Banjarmasin, Batola dan Kalsel ini, dapat dirampungkan pada Maret 2021 nanti. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.