NewsProvinsi Kalsel

Bekantan dan Baksa Kembang, Goda Helsinki

FINLANDIA – Bekantan, salah satu hewan yang hanya hidup di Pulau Kalimantan dan tari Baksa Kembang, tampil menggoda di Matka Nordic Travel Fair 2019, Helsinki, Finladia, yang dihelat sejak 17 hingga 20 Januari 2019.

Meski hanya dalam bentuk badut, hewan dengan nama ilmiah, Nasalis Larvatus, yang dibawa delegasi Kalsel dieven promosi pariwisata terbesar di kawasan Eropa Utara, termasuk pasar Nordic, Baltik dan Rusia, selalu menjadi incaran pengunjung untuk diajak berswafoto.

Menurut Ketua Delegasi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana,  Minggu (21/01), selain bekantan yang dipromosikan, Kalsel juga menawarkan destinasi pariwisata budaya.

Diberi kesempatan tampil dipanggung utama University of Arts Helsinki dengan konsep “Indigenous South Borneo’s Culture” delegasi Kalsel menampilkan tari Baksa Kembang, Mohing Asang dan Begalang Tandik.

Tari Baksa Kembang adalah salah satu tarian klasik yang di fungsikan sebagai tarian penyambutan tamu. Tarian ini biasanya dimainkan penari wanita sebagai penari tunggal atau dapat juga berkelompok dengan syarat jumlahnya harus ganjil.

Tari ini awalnya merupakan tarian yang hanya ditampilkan di lingkungan kerajaan untuk menyambut tamu kehormatan atau kerabat kerajaan.

Namun seiring dengan perkembangan, tarian ini mulai populer ketika kerajaan Banjar mulai membuka akses untuk masyarakat menyaksikan pertunjukannya, dan menjadi salah satu kebudayaan daerah di Kalsel.

“Dengan tarian-tarian ini, diharapkan mampu mengenalkan budaya Kalsel dikalangan akademisi,” ujar Hanifah.

Sebelumnya, lanjut Hanifah, delegasi Kalsel juga menawarkan destinasi wisata ecotourism; bekantan, hutan hujan tropis, pasar terapung dan bamboo rafting.

“Sedang pengenalan budayanya melalui penampilan tari Radap Rahayu, Japin Sigam dan Mohing Asang di booth Wonderful Indonesia,” jelasnya.

Diakui Hanifah, dalam event ini delegasi Kalsel membawa misi penting untuk memperkuat profiling dan membangun regional branding yang diharapkan memberikan kontribusi nyata untuk mendongkrak ecotourism di daerah. (HUMPROV/RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat