BanjarmasinNews

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Banjarmasin

BANJARMASIN – Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Banjarmasin masih terjadi. Bahkan, setiap tahunnya kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak ini mengalami peningkatan.

Seperti yang disampaikan Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Kota Banjarmasin Siti Wasilah, pada Press Conference, di Kantor P2TP2A Kota Banjarmasin, Rabu (16/1).

Siti Wasilah menyampaikan, sudah tiga tahun TP2TP2A Baiman di Kota Banjarmasin ini ada, dan selama tiga tahun ini pihaknya terus menberikan pelayanan kepada perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

Menurut Siti Wasilah, sejak tahun 2016 sampai 2018 ini, pihaknya menemukan adanya tren peningkatan kasus kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Meningkat kasus kekerasanya terhadap perempuan dan anak ini, karena kesadaran warga untuk melapor semakin meningkat,” ujar Siti Wasilah.

Dan, lanjut Siti Wasilah, pihaknya terus mensosialisasikan keberadaan TP2TP2A ini kepada warga Kota Banjarmasin. Agar dapat terus melaporkan apabila menemukan adanya tindakkan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut.

“Untuk kasus yang ditangani oleh TP2TP2A yang sudah tertangani 80 persen, dan sisanya masih berjalan,” ucap Siti Wasilah.

TP2TP2A Kota Banjarmasin, terus melakukan pendampingan terhadap korban. Sejak dari pelaporan dan seterusnya hingga kasus tersebut dianggap selesai.

“Bahkan tidak selesai sampai disitu saja, perkembangan korban paska pelaporan juga terus dilakukan pemantauan,” ujar Siti.

Dalam kesempatan tersebut, istri Walikota Banjarmasin ini juga mengajak seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk terus dapat melaporkan adanya tindakan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak yang terjadi disekitar mereka.

“Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” ucap Siti.

Berdasarkan catatan TP2TP2A kasus kekerasan terjadi pada perempuan dan anak terjadi pada tahun 2016 sebanyak 35 kasus, di tahun 2017 tercatat sebanyak 37 kasus, dan di tahun 2018 tercatat sebanyak 43 kasus.

Kasus kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan penjualan manusia, kekerasan ekonomi, dan lainnya. Namun, untuk di Kota Banjarmasin kekerasan penjualan manusia tidak terjadi. (SRI/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat