21 Juni 2021

Hujan Deras, Waspada Angin Puting Beliung

2 min read

Ilustrasi angin puting beliung

BANJARBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pada Januari hingga Februari 2019, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan memasuki puncak musim kemarau. Hal itu ditandai dengan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, yang terjadi hampir setiap hari sejak awal Januari 2019. Bahkan hujan pun berlangsung dalam jangka waktu yang lumayan lama, disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini membuat BMKG berkali – kali mengeluarkan peringatan dini, terkait kondisi cuaca di Kalimantan Selatan. Hal itu seperti disampaikan kepala BMKG Kalsel Guruh Tjiptanto kepada Abdi Persada FM, pada program Topik Kita Hari Ini (15/1).

Menurut Guruh, peringatan dini yang mereka keluarkan seringnya bersifat harian. Namun ada pula yang sifatnya mingguan atau bulanan.

“Pembaruan peringatan dini itu juga selalu kami lakukan sesuai fakta kondisi di lapangan. Sehingga mungkin saja peringatan dini dapat kami keluarkan per menit dalam seharinya,” jelasnya.

Lebih jauh Guruh meminta, agar seluruh lapisan masyarakat selalu memantau kondisi cuaca terkini, serta apakah BMKG mengeluarkan peringatan dini.

“Hal itu untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, saat melakukan aktivitas di luar rumah. Mengingat kondisi cuaca saat ini, masih didominasi hujan disertai angin kencang dan petir. Dimana kondisi semacam itu, sangat membahayakan masyarakat, khususnya pengguna jalan,” paparnya.

Sementara itu, menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyudin, pada musim hujan di awal tahun 2019 ini, ada sejumlah bencana alam yang harus diwaspadai. Yakni banjir, angin puting beliung, tanah longsor dan gelombang pasang.

“Pada pekan ketiga Januari ini, sudah ada 10 titik banjir yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Terbanyak Balangan dengan 6 titik, sisanya satu titik masing – masing di Hulu Sungai Tengah, Tapin, Banjarmasin dan Tanah Laut. Namun semuanya hanya berlangsung sebentar, karena tingginya curah hujan,” jelasnya kepada Abdi Persada FM masih dalam program yang sama, TKHI.

Selain banjir, menurut Wahyudin, bencana angin puting beliung juga harus diwaspadai. Khususnya daerah rawan seperti kabupaten Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Utara.

“Bahkan sejumlah wilayah di kabupaten Banjar sudah 10 kali terkena bencana angin puting beliung, terhitung sejak Desember 2018.

Terbaru, terjadi di Guntung Papuyu dimana 10 rumah warga mengalami rusak ringan hingga parah,” jelas lelaki yang biasa disapa Ujud tersebut.

Oleh karena itu Ia menghimbau, agar masyarakat menghindar dari lokasi tanah lapang yang minim pepohonan tinggi, jika terjadi hujan disertai angin kencang. Karena kondisi itu berpotensi menimbulkan angin puting beliung. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.