23 Juni 2021

Nama Pembakal Lok Baintan, Dicatut

2 min read

Akun yang mengatasnamakan Kepala desa Lok Baintan kecamatan sungai Tabuk kabupaten Banjar.

BANJAR – Permasalahan berawal dari diretasnya akun Facebook (FB) pribadi milik kepala desa (Pembakal) Lok Baintan Sapriansyah, pada Minggu (6/1) malam yang lalu. Berbekal akun milik FB Pembakal ini, pelaku memanfaatkan dengan mengirimkan pesan untuk melakukan komunikasi dengan calon korban melalui aplikasi WhatsApp (WA).

“Minggu malam itu dapat info dari rekan sesama Pembakal di sungai Tabuk, bahwa ada verifikasi mencurigakan di akun FB saya, selanjutnya pagi hari sudah tidak bisa dibuka FB nya,” ujar Kepala desa Lok Baintan Sapriansyah mengawali ceritanya saat di hubungi Abdi Persada FM Jum’at (11/1) pagi.

Setelah berhasil mengalihkan komunikasi dari FB ke WA, pelaku yang sudah mempersiapkan akun WA mengatasnamakan “Sapriansyah” inipun, mulai melancarkan aksinya dengan berbagai cara, antara lain berpura-pura mobil mogok di tengah perjalanan dan ketinggalan uang serta ATM, sehingga meminta bantuan di kirimkan sejumlah uang.
“Foto profil dan nama yang digunakan atas nama saya, namun dengan nomor yang berbeda,” terang orang nomor satu di desa yang menjadi destinasi wisata di Kalimantan Selatan ini.

Lebih lanjut Sapriansyah menjelaskan, untuk lebih meyakinkan, pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini, kembali menghubungi calon korban mengatasnamakan anak kepala desa ini, yang akan mendatangi calon korban untuk mengganti biaya transfer tersebut secara cash.
“Orang yang kenal pasti akan percaya karena juga ada WA atas nama Hilman (putra Pembakal),” jelasnya lagi.

Diakui Sapriansyah, dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Banjar, dan juga dinas Kominfo KabupatenBanjar agar FB dan WA milik pelaku dapat di tutup, namun hingga saat belum mendapatkan hasil.
“Semoga cepat tertangkap, karena meresahkan sekali,” harapnya

Lebih lanjut Sapriansyah mengatakan hingga saat ini sudah banyak laporan bahwa telah menjadi korban, namun tidak sampai melakukan transfer.
“Dari laporan Belum ada yang transfer, mungkin ada, tapi tidak ada yang konfirmasi,” terangnya.

Dari keterangan anak Sapriansyah, Hilman, saat ini sudah ada puluhan yang telah dihubungi oleh pelaku, rata-rata korban, terang Hilman dari rekanan sesama kepala desa hingga camat, serta dari murid dimana Sapriansyah pernah mengajar.
“Sudah ada puluhan yang lapor baik dengan Ulun atau dengan keluarga,” tutup Hilman. (ASC/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.