18 Juni 2021

Musim Hujan, Petani Cabe Merugi

1 min read

Tanaman cabe rawit milik warga yang sudah berbuah tidak bisa dijual karena terserang hama

BANJARBARU – Seperti kita ketahui, sejak akhir tahun 2018 lalu, hujan terus saja mengguyur hampir diseluruh wilayah di Kalimantan Selatan. Begitu pula Banjarbaru, musim penghujan seperti sekarang ini ternyata membuat hasil panen petani cabe rawit di kawasan Landasan Ulin Utara tidak maksimal, bahkan ada sampai satu kebun penuh gagal panen.

Inilah yang dialami Alfi, salah satu petani cabe rawit di kawasan Landasan Ulin Utara, yang satu kebun penuh miliknya tidak bisa dijual karena semua cabe rawit miliknya terserang hama.

Selain itu menurut Alfi, saat musim penghujan seperti sekarang ini, air terus saja menggenangi kebunnya, sehingga tanaman cabe rawit miliknya tenggelam akibat hujan, “karena selalu banjir, jadi tanaman cabe saya terendam terus, jadinya cabe saya rusak,” ungkap Alfi.

Lebih lanjut, Alfi menyampaikan menanam cabe rawit banyak pengeluarannya dibandingkan dengan pendapatannya, apalagi pada saat musim penghujan, “kalau menanam cabe rawit banyak biayanya, seperti membeli pupuk, maupun obat untuk membuat cabe rawit cepat berbuah, tapi kalau hujan terus begini, kami gagal panen, penghasilan ya nggak balik modal,” ucapnya.
(TR02/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.