2 Maret 2021

Pemasangan APK Masih Marak Pelanggaran

1 min read

Pemasangan APK yang tidak sesuai ketentuan yaitu dipasang di pohon.

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Kalsel) mengakui pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu masih marak pelanggaran yang didominasi penempatan yang dilarang.

Sesuai peraturan KPU Nomor 1096 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Metode Kampanye Dalam Pemilu 2019 diantaranya mengatur tentang pemasangan APK peserta pemilu. Sejak dimulai masa kampanye pada 23 September 2018 lalu, pemasangan atribut di Kalsel banyak ditemukan pelanggaran sehingga menuai tindakan dari Bawaslu Kalsel.

Menurut Komisioner Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah hingga 18 Desember 2018 lalu, terekam pelanggaran APK sebanyak hampir 700 kasus. Pelanggaran didominasi penempatan atribut di lokasi yang dilarang seperti dilingkungan gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, sarana pendiidkan dan tempat peribadatan. Erna mengatakan semua pelanggaran sudah ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan Parpol yang bersangkutan untuk mencopot pemajangan APK. Tetapi sebagian terpaksa dilepas petugas karena pemilik tidak merespon.
“Sementara untuk batasan ukuran dan volume APK diatur dalam PKPU Nomor 33 Tahun 2018. Peserta tak boleh melebihi ketentuan karena jika ditemukan pelanggaran bakal dicopot,” katanya.

Erna menambahkan pihaknya kaget jika ternyata masih ada laporan pelanggaran APK terutama terkait pemasangan atribut dipohon. Pihaknya menyarankan pemerintah daerah bisa menindak tanpa harus menunggu rekomendasi Bawaslu karena masuk pelanggaran Perda. Ia menghimbau semua peserta pemilu untuk mematuhi aturan terkait pemasangan APK dan memenuhi unsur estetika, etika, keindahan dan keamanan yang ideal. (NRH/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.