20 Juni 2021

Akhirnya, Jalan Lingkungan Pelabuhan Trisakti Tahun Ini Diperbaiki

2 min read

CEO regional Kalimantan PT Pelindo III cabang Banjarmasin saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Polemik soal perbaikan jalan lingkungan sekitar pelabuhan Trisakti Banjarmasin, akhirnya terjawab. PT Pelindo III selaku BUMN pengelola pelabuhan, akhirnya menggelontorkan dana sebesar 3 miliar rupiah tahun ini, untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses menuju pelabuhan laut Kalimantan Selatan tersebut. Jika rencana ini terwujud, maka akses jalan menuju pelabuhan Trisakti Banjarmasin, akan sepenuhnya mulus dilewati kendaraan umum maupun khusus angkutan berat. Mengingat kondisinya saat ini, sebagian besar dalam kondisi rusak, dimana lubang berukuran kecil hingga besar menganga di jalan, sungguh menyulitkan para pengguna jalan di lingkungan pelabuhan. Terutama kendaraan angkutan berat, yang memerlukan jalan yang mulus, untuk menjaga keseimbangan barang yang diangkutnya.

Menurut CEO regional Kalimantan PT Pelindo III cabang Banjarmasin Boy Robyanto, awalnya pihaknya bimbang untuk menganggarkan dana untuk memperbaiki jalan di lingkungan pelabuhan sepanjang kurang lebih 500 meter itu. Mengingat aset jalan adalah milik negara, dan tanggung jawab perbaikan ada pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI.

“Apalagi pada tahun ini, pihak balai besar jalan ternyata tidak menganggarkan dana untuk perbaikan jalan di lingkungan pelabuhan itu. Kondisi ini tentunya akan sangat memberatkan para pengguna akses jalan tersebut,” ujar lelaki yang baru memimpin PT Pelindo III Banjarmasin sejak 1 Desember 2018 lalu.

Namun setelah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Jalan, ternyata PT Pelindo memiliki kesempatan untuk memperbaiki jalan itu. Tidak menunggu lama, PT Pelindo pun mulai menyusun desain perbaikan jalan.

“Diperkirakan pada Januari atau Februari mendatang, proses perbaikan sudah dimulai. Jika nanti sudah selesai, mekanismenya akan ada prosesi penyerahan aset jalan kepada Balai Besar Jalan, agar tidak ada aturan yang dilanggar,” jelas Boy lagi.

Rencananya, proses perbaikan jalan akan menggunakan sistem cor beton, seperti di kawasan jalan Airmantan, yang sudah diperbaiki pada tahun 2018 lalu. Cor beton ini diyakini lebih kokoh dibanding pelapisan dengan aspal. Mengingat kendaraan yang melewati kawasan pelabuhan ini, kebanyakan adalah jenis kendaraan berbobot besar. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.