30 Juli 2021

Pelayaran di Kalsel Lancar, Kok Ikan Laut Masih Langka?

2 min read

Salah seorang pedagang ikan di TPI Banjar Raya, saat memberikan keterangan kepada Abdi Persada FM Senin (7/01)

BANJARMASIN – Sepuluh hari terakhir sejak jelang perayaan Natal dan Tahun Baru hingga saat ini, ikan laut seperti hilang dari sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin, bahkan Kalimantan Selatan. Jikapun ada, jumlah dan jenisnya tidak banyak. Bahkan harganya pun melonjak hampir 100 persen dari hari biasanya. Sebut saja ikan Peda, yang biasanya mendominasi di lapak pedagang ikan, justru sulit didapat. Digantikan oleh Lajang, dengan harga yang lumayan tinggi.

Kepada Abdi Persada FM, salah seorang pedagang ikan di TPI Banjar Raya Banjarmasin Rahman mengatakan, hampir dua pekan ini, tidak ada kapal yang merapat ke pelabuhan ikan.

“Baru kemarin ada dua kapal yang datang, itupun membawa ikan yang sudah dibekukan atau tidak fresh lagi. Sepertinya ikan itu hasil tangkapan sebulan lalu. Saya jadinya malas untuk membelinya, karena kondisi ikan yang tidak segar lagi,’ jelas lelaki yang juga ketua RT di salah satu wilayah Pelambuan Banjarmasin itu.

Selain itu menurut Rahman, ikan yang dibawa kapal tersebut, hanyalah jenis Lajang dan Tongkol. Padahal biasanya, ikan yang datang di TPI Banjar Raya ini beragam, mulai dari Pedagang, Tongkol, Kerapu hingga Cumi.

“Harga yang ditawarkan pun sudah tinggi, 25 ribu rupiah per kilogramnya untuk Lajang. Padahal pada hari biasa, harinya hanya 15 ribu rupiah per kilogram,” keluhnya.

Rahman memperkirakan, kondisi ini terjadi karena buruknya cuaca di perairan di Kalsel, sehingga nelayan dihimbau untuk tidak berlayar untuk sementara waktu. Masalah lainnya adalah, sulitnya nelayan mendapatkan BBM jenis solar untuk persediaan selama berlayar.

Namun kondisi sebaliknya justru terjadi di pelabuhan Trisakti Banjarmasin,  dimana diklaim tidak ada kendala pada pelayaran, alias lancar-lancar saja.  Hal itu ditegaskan CEO regional Kalimantan PT Pelindo III (Persero) Banjarmasin Boy Robyanto kepada wartawan, usai menyerahkan dana program bantuan kemitraan dikantornya pada Senin (7/01) kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin.q

Menurut Boy, sejak perayaan Nataru (Natal dan Tahun Baru) tidak ada larangan pelayaran di perairan Kalsel. Sehingga arus penumpang dan barang berjalan lancar.

“BMKG memang mengeluarkan peringatan, namun hanya berlaku untuk kapal-kapal kecil, sejenis kapal nelayan. Sementara untuk kapal penumpang dan barang jenis Roro, Alhamdulillah masih dapat berlayar dengan lancar, tanpa gangguan,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?