20 Juni 2021

Angin Kencang Serang Kalsel, Ini Himbauan BPBD Untuk Warga

2 min read

Kepala BPBD Kalsel saat memberikan keterangan pada Kamis (3/01) sore di kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

BANJARMASIN – Pekan pertama Januari 2019, terhitung sejak 1 hingga 7 Januari 2019, masyarakat Kalimantan Selatan dihimbau untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Terutama ke kawasan pantai atau berdekatan dengan perairan. Kenapa? Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama sepekan ini wilayah Kalsel dilanda hujan dan angin kencang ekstrem. Dimana diketahui, angin kencang di kawasan perairan dapat menimbulkan gelombang tinggi sekitar 2 – 4 meter. Sementara di darat, dapat menyebabkan kerusakan pada rumah, serta menumbangkan pohon. Himbauan itu dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel sejak awal tahun 2019.

Kepada wartawan, kepala BPBD Kalsel Wahyudin mengatakan, dampak dari hujan dan angin kencang ekstrem ini sudah terasa di beberapa wilayah pesisir, dan kabupaten di Kalsel.

“Dari sejumlah video amatir terlihat bahwa angin kencang lumayan ekstrem, sudah terjadi di wilayah pantai Takisung. Pengunjung dan wisatawan terpaksa harus meninggalkan kawasan berdekatan dengan pantai, serta berlindung dari terpaan angin,” jelas kepala BPBD yang biasa disapa Ujud tersebut.

Sementara dampak dari angin kencang di perairan, terasa pada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar daerah, menggunakan transportasi kapal laut.

“Bahkan ikan laut pun mulai langka, karena larangan berlayar diberlakukan juga kepada para nelayan,” tambahnya.

Selain itu menurut Wahyudin, sejak 1 Januari hingga 30 April 2019, provinsi Kalsel juga sudah berstatus siaga darurat bencana banjir, angin puting beliung, tanah longsor serta gelombang pasang. Penetapan ini juga terkait kondisi cuaca di Kalsel hingga beberapa bulan ke depan.

“Penetapan status siaga darurat ini juga dilakukan, setelah ada lebih dari dua kabupaten, yang menetapkan status siaga darurat bencana. Saat ini sudah ada 3 kabupaten yang menetapkan, yakni Tapin, Batola dan kabupaten Banjar,” jelas Ujud.

Terkait penetapan ini, maka BPBD sudah membangun posko bencana, khususnya di wilayah rawan bencana banjir. Mengingat pada Januari ini merupakan puncak terjadinya musim hujan di Kalsel. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.