15 April 2021

Pemberitaan Pemilu 2019, Lembaga Penyiaran Harus Adil dan Berimbang

1 min read

Komisioner KPID Kalimantan Selatan, Marliyana.

BANJARMASIN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel meminta lembaga penyiaran di Kalsel agar bersikap adil dan berimbang dalam pemberitaan mengenai pemilihan umum tahun 2019.

Kepada wartawan, Kamis (3/1), Komisioner KPID Kalimantan Selatan, Marliyana mengatakan permintaan KPID Kalsel itu terutama kepada televisi lokal.  Karena dari hasil pemantauan pihaknya, penyiaran lokal saat ini tidak adil dan tak berimbang seperti terlihat pada pemberitaan tim kampanye pasangan calon presiden Capres serta dari partai politik (Parpol) peserta Pemilu yang tayang sejak 23 September 2018 lalu.

Dari hasil pemantauan menunjukan, lanjut Yana (panggilan akrabnya), adanya pemberitaan Parpol atau pasangan Capres mendominasi tayangan di lembaga penyiaran, sementara yang lain mendapatkan porsi minim.

“Padahal lembaga penyiaran harus bersikap adil dan berimbang serta proporsional dalam memberitakan kegiatan kampanye tim Capres ataupun Parpol peserta Pemilu,” katanya.

Lebih lanjut, Marliyana menambahkan KPID sudah menyurati lembaga penyiaran untuk memenuhi ketentuan khususnya Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum dan Peraturan Bawaslu Nomor 28 tahun 2018 tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum. Selain itu, Keputusan Bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers tentang Gugus Tugas Pengawas dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum 2019. (NRH/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.