13 April 2021

Banjar Tingkatkan Mutu PAUD

2 min read

Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Erny Wahdini saat ditemui di ruang kerjanya.

BANJAR – Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar, yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, baik diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan juga informal.

Pendidikan anak usia dini juga berkaitan erat dengan tingkat akreditasi suatu lembaga tersebut karena mengacu pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.137 tahun 2014 tentang standarisasi  Nasional PAUD.

Untuk Kabupaten Banjar, terkait hal ini Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Abdul Gani Fauzi melalui Kabid PAUD Erny Wahdini Kepada Abdi Persada FM saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (2/1) menjelaskan, dari 469 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Kabupaten Banjar, hingga akhir 2018 yang lalu hanya 76 PAUD yang terakreditasi. Sehingga menurut Erny untuk di tahun 2019 ini, pihaknya akan menargetkan 100 PAUD  untuk bisa terakreditasi di Kabupaten ini.

“Untuk pencapaian tersebut kami akan melakukan mutu pemetaan dari lembaga tersebut, dengan cara mendorong kepada lembaga  PAUD mana saja yang sudah mendekati 8 standarisasi sebagai persyaratan untuk akreditasi, dan di antara 8 standarisasi tersebut yakni, standar tingkat pencapaian anak, standar isi, standar proses, standar pendidik dan ketenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian,” jelas Erny.

 

Lebih lanjut Erny menambahkan kalau PAUD yang bersangkutan tidak mempunyai 8 standarisasi tersebut, maka tidak akan dapat mengusulkan untuk lembaganya di Akreditasi, Erny pun mengakui dari 8 standarisasi yang menjadi kendala saat ini masih kurangnya standarisasi pendidik dan ketenaga kependidikan, karena masih banyak tenaga pendidik yang belum berkualifikasi S1.

Oleh karena itu pihaknya pun melakukan beberapa upaya jangka pendek dengan melakukan diklat berjenjang kepada guru-guru PAUD yang ada di Kabupaten ini yang bekerjasama dengan HIMPAUDI Kabuoaten Banjar.

“Baru-baru ini ada 200 guru PAUD yang kami berikan diklat dasar yang setara dengan Diploma III, Karena mereka sudah harus siap melayani anak-anak usia dini,  ini juga tidak terlepas dari dana desa yang diprogramkan pemerintah pusat untuk pendidikan dan ini sangat membantu  untuk melengkapi standar-standar yang sudah ditentukan seperti Sarana dan prasana Pendidikan terutama tenaga pendidiknya,” pungkas Erny.

Untuk diketahui pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan yakni agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD tersebut. (AF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.