23 Juni 2021

5 Miliar Untuk Pembangunan Incinerator di Banjarmasin

1 min read

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat menyampaikan rencana pembangunan incinerator.

BANJARMASIN – Sejak ditutupnya pembuangan sampah medis oleh RSUD Ulin Banjarmasin beberapa waktu lalu. Membuat Pemerintah Kota Banjarmasin ditahun 2019 ini, melalui Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melaksanakan pembangunan incinerator sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kota Banjarmasin.

“Karena saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin membangun rumah sakit sendiri. Maka, diperlukan incinerator sampah medis,” tutur Ibnu.

Ibnu mengatakan, pembangunan incinerator sampah medis tersebut, untuk penanganan sampah medis dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah dan seluruh puskesmas yang ada di kota Banjarmasin.

Menurut Ibnu, untuk pembangunan incinerator sampah medis ini, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyiapkan anggaran sebesar 5 miliar rupiah, untuk membuat incenarator sampah medis.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Lukman Hakim menyampaikan, setelah Rumah Sakit Ulin Banjarmasin tidak lagi menerima pemusnahan sampah medis dari pihak lainnya. Maka, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin bekerjasama dengan pihak ketiga dari Semarang. Untuk memusnahkan sampah limbas medis tersebut dari 26 puskemas di Kota Banjarmasin.

“Sejak awal pemusnahan limbah medis di 26 puskemas di Kota Banjarmasin memang bekerjasama dengan RSUD Ulin dengan pihak ketiga. Pihak ketiga itu memback up jika RSUD Ulin tidak mampu memusnahkan limbah dari 26 puskemas tersebut,” ucap Lukman.

Lukman mengatakan, untuk lokasi pemusnahan atau pembakaran limbah medis dari Kota Banjarmasin, langsung dibawa ke Kota Semarang.

“Dengan adanya rencana pembangunan incinerator dari Walikota Banjarmasin, tentu kami sangat mendukung,” tandas Lukman. (SRI/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.