BanjarmasinNews

Dewan Kalsel Usulkan Penambahan Gaji Guru Honor

BANJARMASIN – Minimnya gaji guru dan tenaga kependidikan Non PNS di Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat menjadi isu hangat dalam sidang paripurna terakhir tahun ini.

Anggota legislatif mendesak eksekutif menaikkan insentif mereka yang masih jauh dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Hariyanto mengungkapkan desakan itu merupakan aspirasi dan keluhan ribuan guru honorer yang diserap Dewan Kalsel.

Sejak awal 2018, sebanyak 5.971 orang guru dan tenaga kependidikan non PNS di lingkungan SMA sederajat yang kewenangannya dilimpahkan ke Pemprov Kalsel. Sejak itu pula mereka mendapatkan gaji  satu juta per bulan. Dewan menilai upah tersebut kurang layak jika dibanding dengan perannya mencerdaskan anak didik. Oleh karena itu, Hariyanto mengajukan aspirasi tersebut dalam dalam interupsinya saat sidang paripurna terakhir tahun 2018, Rabu (26/12). Ia sengaja melakukan tindakan ini dalam momen paripurna yang dihadiri Gubernur karena aspirasi ini kerap disampaikan kepada Pimpinan instansi terkait hingga Sekretaris Daerah tapi belum mendapat respon. Politisi PKS ini berharap melalui rapat terbuka dihadapan Gubernur dan disaksikan berbagai pihak ini, harapan honorer bisa direalisasikan.

“Diharapkan pemprov bisa menaikkan insentif guru dan tenaga pendidik non PNS itu menjadi 1,5 juta rupiah,” katanya.

Menyikapi desakan itu, Gubernur Sahbirin Noor mengaku prihatin atas masih minimnya insentif ribuan guru dan tenaga kependidikan non PNS. Menurut pria yang akrab disapa Paman Birin ini, mereka layak mendapatkan upah lebih.

“Pemprov akan mengakomodir aspirasi ini, namun tentu akan dipelajari sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Dari perhitungan Anggota Dewan, untuk merealisasikan kenaikan insentif guru honorer tersebut dibutuhkan dana sebesar 36 miliar rupiah. Pihak legislatif siap memberikan dukungan persetujuan penganggaran jika diusulkan eksekutif dalam APBD Perubahan 2019 nanti. (NRH/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat