20 Juni 2021

Peringati Hari Ibu, Ini Pesan Ibu Gubernur Kepada Para Ibu

2 min read

Gubernur Kalsel memberikan rangkaian bunga kepada ketua Tim Penggerak PKK Kalsel pada peringatan Hari Ibu ke-90 di Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Selasa (18/12).

BANJARMASIN – Pemerintah menetapkan setiap 22 Desember diperingati sebagai hari besar nasional bukan hari libur, yakni Hari Ibu. Sementara itu, peringatan Hari Ibu tingkat provinsi Kalimantan Selatan dirayakan pada Selasa (18/12) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Hadir pada peringatan tahun ke-90 ini, gubernur Kalsel Sahbirin Noor, wakil gubernur Rudy Resnawan dan sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie.
Acara diawali peninjauan stan pameran produk para pelaku UKM di Kalsel. Seperti produk teh Gaharu, madu Kalulut, aneka makanan ringan, dan sejumlah kerajinan kain Sasirangan. Bahkan Paman Birin (sapaan akrab gubernur) juga menyempatkan diri memeriksakan kesehatan di stan yang tersedia di teras gedung.

Usai acara, kepada wartawan Paman Birin memberikan ucapan selamat Hari Ibu, kepada seluruh Ibu yang ada di Kalsel dan Indonesia.
“Kita sungguh sangat mengetahui arti Ibu bagi seorang anak, dan bagi kita semua. Dia adalah jendela kehidupan, juga tiang kehidupan. Kasih Ibu itu sepanjang zaman, dan Dia akan mewarnai kehidupan anak-anaknya,” ujar gubernur.
Menurut gubernur, Ibu akan selalu mewariskan ilmu kepada anak-anaknya. Sementara harta mungkin saja habis. Karena ilmu akan terus dapat digunakan anak – anaknya sebagai sesuatu yang positif, demi menjalani hidup mandiri.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat hari Ibu. Saya bangga dengan seluruh Ibu yang telah membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor berpesan kepada para Ibu Zaman Now, agar berhati-hati dengan kemajuan teknologi saat ini. Khususnya terkait gagdet, yang dapat dengan mudah dikuasai anak.
“Kalo bisa anak usia hingga 2 tahun, jangan dikenalkan dulu dengan gadget seperti telepon genggam. Mengingat banyak konten – konten negatif yang dapat diakses anak melalui gadget, termasuk game online yang didalamnya justru mengandung konten dewasa,” pesannya.
Seorang Ibu menurut Raudatul Jannah, harus dapat menjadi filter bagi anak dari hal-hal negatif yang dapat merusaknya secara mental. Bukan untuk menyiapkan anak sebagai orang yang akan memberikan timbal balik, namun agar anak dapat menjadi mandiri.
“Karena itu seorang Ibu harus mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, untuk menyiapkan anak sebagai generasi penerus. Bukan sebagai miniatur kita, tetapi adalah sebagai generasi penerus,” tegasnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.