BanjarmasinNews

Lima SPBU di Kalsel Diduga Terlibat Penyelewengan Solar Bersubsidi

BANJARMASIN – Halaman parkir kantor Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan di komplek Bina Brata Banjarmasin, siang itu Senin (17/12) tampak dipenuhi mobil berukuran besar. Mulai dari mobil khusus pengangkut BBM, dan truk serta mobil box. Anehnya, mobil truk dan box yang terparkir itu, setelah diperiksa bagian bak serta boxnya, ada tangki BBM berukuran besar didalamnya. Mobil-mobil itu ternyata hasil modifikasi, untuk keperluan melangsir BBM khususnya jenis solar. Sebanyak 12 mobil tangki dan modifikasi itu, adalah hasil pengungkapan kasus penyelewengan penjualan BBM bersubsidi jenis solar, di 3 kabupaten kota pada Minggu (16/12) dinihari. Yakni di Barito Kuala, kabupaten Banjar dan kota Banjarmasin.

Pada jumpa pers Senin (17/12) siang di Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kapolda Yazid Fanani mengatakan, bersama 12 mobil tersebut, juga diamankan 23 saksi dari 3 lokasi berbeda.

“Mereka adalah sopir, operator SPBU, dan pengawas SPBU serta gudang pelangsir yang kami gerebek. 18 diantaranya saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif,” jelasnya.

Kapolda Yazid Fanani menambahkan, penyelewengan yang dilakukan para pelangsir BBM ini jelas sangat merugikan masyarakat dan negara, serta melanggar Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

“Pengungkapan kasus ini sendiri merupakan hasil kerjasama Bareskrim Polri dengan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan, selama dua pekan terakhir. Namun 3 jaringan pelaku penyelewengan penjualan BBM bersubsidi jenis solar tersebut, diduga sudah lama beroperasi di wilayah Kalsel,” katanya menambahkan.

Sementara itu, dalam keterangannya direktur reserse kriminal khusus Polda Kalsel Rizal Irawan mengatakan, pihaknya juga tengah memeriksa 5 SPBU di Kalsel, yang diduga terlibat pada kasus penyelewengan penjualan BBM bersubsidi jenis solar, yang berhasil diungkap jajarannga pada Minggu (16/12) dinihari.

“Kami masih menyelidiki soal keterlibatan manajemen kelima SPBU tersebut pada kasus ini. Jika terbukti bersalah, maka kami akan segera menyurati Pertamina untuk memberikan sanksi kepada SPBU tersebut.

Kecurigaan keterlibatan SPBU itu, menurut Rizal, didasarkan pada fakta bahwa proses pengambilan BBM oleh pelangsir, dilakukan setelah tengah malam.

“Mengingat untuk setiap satu tangki kapasitas 4 – 5 kiloliter BBM, setidaknya diperlukan waktu 2 sampai 2,5 jam pengisian. Karena alasan itulah kami terus melakukan pemeriksaan secara intensif, terhadap seluruh saksi yang berhasil diamankan, untuk memastikan keterlibatan kelima SPBU. Yakni SPBU di jalan Veteran Banjarmasin, SPBU Ukhuwah Banjarmasin, SPBU di kilometer 6, SPBU Sungai Tabuk dan SPBU di kilometer 11,” terangnya.

Pada Minggu (16/12) dinihari, jajaran polda Kalimantan Selatan berhasil membongkar 3 jaringan pelangsir BBM bersubsidi di 3 kabupaten kota. Yakni kota Banjarmasin, kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Selain 12 mobil angkutan khusus BBM dan truk modifikasi, ditreskrimsus polda Kalimantan Selatan juga berhasil mengamankan 61 kiloliter solar dan uang tunai senilai 135 juta rupiah, dari gudang di Berangas Barito Kuala.  Sementara dari gudang pelangsir di Sungai Tabuk  diamankan uang tunai sebesar 109 juta rupiah, dan BBM jenis solar sebanyak 6 Р7 kiloliter. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat