BanjarmasinNews

DPT Pemilu 2019 Kalsel, Kembali Berkurang

BANJARMASIN – Pemilu 2019 dipastikan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, serentak di seluruh Indonesia. Yakni untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota legislatif tingkat pusat dan daerah, serta anggota DPD RI. Terhitung hanya tersisa 4 bulan saja lagi, pesta demokrasi bagi pemilih di Indonesia itu, akan digelar. Namun jelang perayaan demokrasi tersebut, ternyata terus saja terjadi perubahan pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), di provinsi Kalimantan Selatan khususnya. Setelah mengalami perubahan pada 13 November 2018 lalu, DPT Pemilu 2019 Kalsel kembali mengalami perubahan pada Desember ini. Hal itu berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap 2 (DPTHP-2) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalsel pada Selasa pagi (11/12) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Usai acara, ketua KPUD Kalsel Edy Ariansyah mengatakan, DPT Pemilu 2019 di Kalimantan Selatan mengalami pengurangan sebanyak 10.335 orang pemilih.

“Pengurangan kembali terjadi karena adanya temuan terkait sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat. Diantaranya pemilih yang sudah meninggal dunia, karena kita tidak tahu pasti kapan akan wafat, sehingga wajar jika jumlahnya berubah-ubah. Kemudian juga pemilih yang pindah domisili, dimana datanya berhasil dikumpulkan oleh KPUD kabupaten kota serta pihak Bawaslu,  selama sebulan terakhir ini,” jelas Edy.

Berdasarkan DPTHP 2 Pemilu 2018 tersebut, maka menurut Edy, DPT Kalimantan Selatan adalah sebanyak 2.879.401 orang. Sementara sebelumnya pada DPTHP 1 pertengahan November lalu, DPT ditetapkan sebanyak 2.869.166 pemilih.

Selain itu menurut Edy, pada DPTHP-2 ini, pihaknya juga dapat memastikan jumlah pemilih disabilitas untuk Pemilu 2019. Yakni sebanyak 9.129 orang.

“Sebelumnya diketahui jumlah pemilih disabilitas di provinsi ini sebanyak 7.106 orang. Namun kemudian ada penambahan sebanyak 2.203 pemilih disabilitas, hasil pendataan terakhir yang dilakukan KPUD kabupaten kota. Termasuk didalamnya para pemilih disabilitas mental, yang masuk dalam kategori tuna grahita.

Sedangkan bagi yang belum termasuk dalam data ini, menurut Edy, akan masuk dalam daftar pemilih tambahan. Diantaranya adalah para warga binaan di sejumlah lapas di Kalimantan Selatan, serta para pasien di rumah sakit dan rumah sakit jiwa. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat