8 Maret 2021

KPUD Kalsel Pastikan Hak Orang Gila Pada Pemilu 2019

2 min read

Ketua KPUD Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Pemilu 2019 tinggal beberapa bulan lagi, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai lembaga penyelenggara pemilu di daerah sudah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan menuju pesta demokrasi bangsa Indonesia tersebut. Diantaranya adalah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu presiden dan wakil presiden, serta pemilu legislatif. Begitu pula di Kalimantan Selatan, proses penetapan DPT juga sudah dilalui. Termasuk pendistribusian logistik pemilu, seperti kotak suara dan bilik suara. Terkait data pemilih, saat ini KPUD Kalsel terus melakukan pendataan, khususnya   pemilih disabilitas mental atau dengan gangguan kejiwaan.

Ketua KPUD Provinsi Kalimantan Selatan Edy Ariansyah menyebutkan, setidaknya terdapat 7.106 pemilih disabilitas yang terdata sebagai pemilih, pada Pemilu 2019 mendatang.

“Itu data pemilih yang masuk DPT untuk semua jenis disabilitas. Mulai dari bisu tuli, tuna netra dan cacat fisik. Namun angka ini belum termasuk para penyandang disabilitas mental,” ujarnya.

Menurut Edy, untuk pemilih yang memiliki penyakit kejiwaan atau cacat mental, masih dalam pendataan. Nantinya, mereka akan dimasukkan dalam DPT tambahan.

“Para disabilitas mental ini didata terlebih dulu, sebelum nantinya akan diklasifikasikan. Mana yang termasuk penyakit jiwa kambuh-kambuhan, mana yang  benar-benar sembuh,” tambah Edy.

Pendataan pemilih yang masuk klasifikasi penyandang cacat mental ini, dilakukan dengan sangat hati-hati, karena adanya kekhususan terkait kondisi kejiwaan mereka. Namun Edy memastikan, jika saat hari pemilihan datang, mereka dalam kondisi dapat berpikir sehat, maka dijamin haknya sebagai pemilih.

Karena syarat pemilih adalah Warga Negara Indonesia (WNI), tidak sebagai TNI atau Polri, serta tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan ketetapan pengadilan.

“Kalau tidak diakomodir warga yang berhak ini, KPU dapat dipidanakan. Karena alasan itulah,  maka penyandang disabilitas mental pun diupayakan dimasukkan.  Hanya bedanya, mereka baru boleh memilih setelah ada surat pernyataan dokter bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sadar,” ujarnya.

Data KPUD Kalsel merinci, pemilih tuna daksa sebanyak 1.970 orang, tuna netra sebanyak 1.001 orang, tuna rungu 1.398 orang, dan tuna grahita 1.246 orang pemilih. Sementara disabilitas lainnya sebanyak 1.491 orang.

Sementara total DPT Kalsel untuk Pemilu 2019 yang sudah ditetapkan, adalah sebanyak 2.754.291 jiwa. Terdiri dari 1.371.667 laki laki, dan 1.365.685 pemilih perempuan.

Pemilu 2019 di Kalsel akan berlangsung di 13.077 titik tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 13 kabupaten/kota. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.