20 Juni 2021

Pembunuhan Sadis, Bukti Pengendalian Diri Lemah

2 min read

Kriminolog ULM Banjarmasin, DR. Mispansyah.

BANJARMASIN – Dalam sepekan, Kalsel dikejutkan oleh tiga peristiwa pembunuhan murni. Ketiga kejadian terbilang sadis dan nyaris bermotif sepele. Tiga kasus yang menyita perhatian masyarakat Banua tersebut, yakni pembunuhan korban Rahmadi dengan kepala dipenggal di kawasan Lok Baintan, Kabupaten Banjar. Tersangkanya bukan orang jauh. Akibat sering diejek. Sedangkan kasus kedua, korban Levie dibunuh dengan cara leher digorok menggunakan gunting. Pelakinya relasi yang baru dikenal, berprofesi sebagai dukun. Tempat kejadian perkara di Jalan Ahmad Yani KM 12 Gambut, Kabupaten Banjar. Korban ditemukan tewas di dalam mobilnya. Terakhir dugaan pembunuhan Agnes tewas di dalam salonnya di kawasan Jalan Ahmad Yani KM 5,5 Banjarmasin. Tiga kejadian beruntun membuat masyarakat mengelus dada karena rentetan kejadian jedanya sangat singkat antara satu kasus dengan kasus lainnya terjadi dalam hitungan hari. Terlebih kasusnya terbilang sadis.

Menurut Kriminolog Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, DR. Mispansyah, ketiga kasus pembunuhan ini merupakan fenomena lemahnya pengendalian diri atau kontrol internal individu para tersangka. Karena dilihat dari motif sangat sederhana dan sepele. Satu gara-gara sering diejek sehingga muncul dendam dan lainnya akibat tersinggung.

Namun Ketua Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum ULM ini mengatakan faktor individu tak bisa lepas dari sistem sosial masyarakat.

“Faktor lingkungan dan sosial dapat mempengaruhi karakter individu yang bersangkutan, bisa akibat faktor ekonomi atau terbiasa dengan suguhan tayangan kekerasan,” jelasnya.

Mispansyah juga menyoroti pergeseran kontrol masyarakat yang mulai lemah. Tren individualis dan cauh tak acuh dengan kehidupan orang lain. Kondisi ini membuatnya prihatin. Ia mengimbau masyarakat agar kasus serupa tak terulang untuk menjaga perilaku masing-masing, memperbaiki karakter individu dengan penguatan nilai agama. Kemudian membangun kehidupan sosial masyarakat dan terakhir negara harus hadir dan memiliki andil mengontrol kasus-kasus seperti ini. (NRH/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.