12 April 2021

Beranjak Dewasa, Abdi Persada Mengudara di 9 Kabupaten/Kota

2 min read

Plh Direktur LPPL Abdi Persada memotong tumpeng saat peringatan dan syukuran HUT Abdi Persada ke-18 pada Sabtu (8/12).

BANJARBARU – Tidak terasa 18 tahun sudah radio Abdi Persada FM menyapa para pendengarnya di wilayah provinsi Kalimantan Selatan. Beragam acara sudah disuguhkan, khususnya untuk menginformasikan pembangunan di Banua kepada para Insan Persada (julukan bagi pendengar setia Abdi Persada). Di usianya yang ke-18, radio kebanggaan Banua ini pun sudah dapat dinikmati hingga ke 9 wilayah kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Plus bagi pengguna telepon pintar, juga dapat mendengarkan siaran Abdi Persada darimana saja, melalui aplikasi yang tersedia di Playstore.

Soal jangkauan radio Abdi Persada yang semakin meluas tersebut, disampaikan Ibnu Min Haji plh Direktur LPPL Abdi Persada saat menyampaikan sambutannya, saat perayaan dan syukuran HUT LPPL Abdi Persada pada Sabtu (8/12) di kawasan perkantoran pemprov Kalsel.

“Dengan dukungan peralatan canggih yang diberikan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, radio Abdi Persada akhirnya dapat menguatkan pancaran siarannya hingga 9 kabupaten kota. Kedepannya, kami berharap seluruh 13 kabupaten kota sudah dapat menikmati informasi dan hiburan dari Abdi Persada,” jelasnya.

Lebih jauh Ibe (panggilan akrabnya) mengatakan, radio Abdi Persada hingga sampai diusia 18 tahun ini, dalam perjalanannya bukan tanpa hambatan dan rintangan.

“Kami setidaknya sudah 3 kali berpindah studio, dari kota Banjarmasin dengan posisi yang sudah diperhitungkan di kalangan dunia penyiaran, harus pindah ke kota Banjarbaru. Kemudian terakhir ke lantai 2 kantor Dinas Kominfo provinsi jalan Darma Praja 2 Banjarbaru. Di Banjarbaru kami berjuang kembali merebut hati pendengar, dan menata SDM menjadi lebih berkualitas,” tutupnya.

Sementara itu, gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Kalsel AH Rijani mengatakan bahwa, radio masih menjadi media alternatif yang tetap eksis di tengah gempuran teknologi modern. Bahkan dari dulu hingga saat ini, kontribusi radio tidak diragukan lagi dalam mendukung pembangunan.

“Meskipun penetrasi media TV sudah mencapai 96 persen, kemudian media internet 40 persen, namun radio masih mendapat tempat tersendiri dengan angka 38 persen. Itu berarti, 20 juta orang di Indonesia masih setia mendengarkan radio,” jelas Rijani saat membacakan sambutan gubernur.

Lebih lanjut Rijani mengatakan, keberadaan Abdi Persada 104.7 FM bukan hanya untuk menyaingi media lain, tetapi juga menjadi penyambung aspirasi masyarakat agar lebih interaktif dengan pemerintah.

“Karena itu radio Abdi Persada juga perlu mempertimbangkan potensi pendengarnya, sesuai dengan era sekarang. Misalnya dengan menambah konten yang lebih dekat dengan kaum muda,” ujarnya.

Di akhir sambutan, radio Abdi Persada diharapkan menjadi penanda terwujudnya kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu diharapkan pula, dengan kehadiran Abdi Persada, maka wawasan masyarakat lebih bertambah dan berpartisipasi bagi pembangunan ekonomi daerah. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.