23 Juni 2021

Pesona Sungai Jingah, Bangkitkan Kenangan Masa Kecil Paman Birin

2 min read

Gubernur Kalsel, sedang menandatangani prasasti Kampung Banjar untuk Sungai Jingah pada Kamis (6/12).

BANJARMASIN – Setiap orang pasti memiliki kenangan masa kecil, yang tidak dapat terlupakan begitu saja. Entah itu cerita bahagia, sedih ataupun cerita yang mengasyikkan. Itupula yang dirasakan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat menghadiri Aksi Sapta Pesona di kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin Utara pada Kamis (6/12).  Sebelum menjadi orang nomor satu di provinsi ini, gubernur yang biasa disapa Paman Birin ini, menghabiskan masa kecilnya di kampung tepi sungai itu.

“Saya senang sekali acara pagi ini bertempat di Sungai Jingah. Tempat bersejarah, tidak hanya bagi kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, tetapi juga bagi saya pribadi. Seperti pulang kampung,” ujarnya saat membuka Aksi Sapta Pesona yang digagas dinas pariwisata Kalimantan  Selatan.

Tempat tersebut, menurut Paman Birin masih menyimpan banyak budaya Banjar yang perlu untuk dilestarikan oleh generasi saat ini. Salah satunya adalah rumah Banjar, yang jumlahnya lumayan banyak.

“Bahkan beberapa diantaranya sudah berusia ratusan tahun. Ini membuktikan Sungai Jingah masih mempertahankan budaya Banjar, dengan menjaga rumah Banjar,” jelasnya.

Dengan begitu, wajar pula jika pada kesempatan itu, kelurahan Sungai Jingah ditetapkan sebagai Kampung Banjar oleh Paman Birin.

Oleh karena itu, Paman Birin pun sangat mengapresiasi langkah dinas pariwisata provinsi menggelar acara bertema Save Bekantan Save Sungai Jingah tersebut, dan berharap instansi ini dapat lebih banyak lagi berbuat untuk mewujudkan keinginan bersama, agar tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan.

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Dahnial Kifli mengatakan, Aksi Sapta Pesona ini merupakan tindaklanjut atas kebijakan gubernur untuk memaksimalkan sumber daya alam, khususnya sektor pariwisata.

“Di sini kita juga meresmikan Warung Kopi Terapung Paman Birin, dimana kopi yang disajikan adalah produk lokal, dan ini selaras juga untuk memajukan produk lokal,” jelasnya.

Tujuan lainnya pula adalah untuk menambah daya tarik wisatawan ketika melakukan susur sungai. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.