BanjarmasinNews

Perbatasan Kalsel-Kalteng Jadi Target Razia Obat

BANJARMASIN – Sekitar pukul 20.00 WITA Selasa malam (4/12), ratusan personil  Polda Kalimantan Selatan dan polres Barito Kuala terlihat berkumpul di perbatasan provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Mereka diinstruksikan untuk memeriksa setiap kendaraan yang melintas, baik roda 2, roda 4 atau lebih. Pemeriksaan khususnya dilakukan terhadap barang bawaan pengendara, terutama kecurigaan akan adanya barang haram yang diangkut. Salah satunya adalah narkoba dan kroninya. Untuk memudahkan kinerja para personil dari direktorat narkoba Polda Kalsel ini, maka diturunkan pula pasukan K-9 atau anjing pelacak, serta mobil X-Ray. Sehingga dipastikan tidak akan ada benda terlarang, yang dapat lolos dari keduanya.

Benar saja, pada aksi razia besar-besaran di jalan Trans Kalimantan kilometer 18, kecamatan Anjir Pasar Barito Kuala itu,  Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengamankan 13.000 butir obat Seledryl, yang diangkut menggunakan mobil. “Pembawa atas nama AR, sempat memperlihatkan bukti pembelian untuk apotek kepada petugas. Namun untuk lebih memastikan keabsahannya, kami tetap menyita obat tersebut. Apalagi ini obat masuk daftar G,” jelas dirnarkoba Polda Kalsel  Kombes Pol Wisnu Widarto kepada  wartawan usai memimpin razia selama kurang lebih 5 jam tersebut.

Masih dari jenis barang yang sama, razia juga mengamankan sebanyak 70 butir dari tangan pelaku berinisial R warga Pulang Pisau Kapuas. Dari orang yang sama juga disita satu botol minuman keras.

Selain mengamankan obat-obatan terlarang, polisi juga menemukan 800 liter BBM jenis premium yang diangkut memakai mobil bak terbuka, yang dibawa oleh M warga Kota Palangkaraya. Tidak cukup sampai disitu, polisi  juga mengamankan senjata tajam (sajam) yang dibawa seorang pengendara berinisial MS. Razia ini sendiri menurut Wisnu, merupakan kegiatan rutin, untuk cipta kondisi.

“Selain juga untuk menangkal masuknya narkoba ke Kalsel. Meskipun selama ini tren masuknya narkoba di Banua, kebanyakan melalui jalur laut dan udara. Namun, tak ada salahnya jika jalur darat juga dilakukan pemeriksaan,” ujarnya. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat