27 Februari 2021

Ini yang Akan Dibahas Pada Pertemuan BI 2018 di Kalsel

2 min read

Kepala KPw Bank Indonesia Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Pertemuan Bank Indonesia (PTBI) rutin diselenggarakan setiap akhir tahun, untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Tema yang diangkat pada PTBI kali ini adalah “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Tahun ini,  PTBI di tingkat Bank Indonesia Pusat diselenggarakan pada Selasa (27/11). Pertemuan tersebut dihadiri Presiden RI  Joko Widodo, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur, Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor  Kalsel dan Kepala Perwakilan BI Kalsel Herawanto, turut pula hadir pada pertemuan tersebut.

PTBI juga diselenggarakan di tingkat Kalsel pada Rabu (5/12), yang dijadwalkan juga akan dihadiri Gubernur Sahbirin Noor, seluruh Walikota/Bupati di Kalsel, anggota DPR/DPRD, anggota Forum Pimpinan Daerah, SKPD di Kalsel, akademisi, perbankan, pelaku usaha, media serta pesantren.

Kepada wartawan, kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Herawanto menjelaskan, setidaknya ada sejumlah poin penting yang akan disampaikan Bank Indonesia pada PTBI pada Rabu (5/12).

Diantaranya tentang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan, yang berpeluang sedikit meningkat pada 2018. “Peningkatannya dikisaran 5,1-5,5 persen, dan akan kembali meningkat pada tahun 2019 di kisaran 5,4-5,8 persen,” jelasnya.

Selain itu, inflasi pada tahun 2018 juga prakirakan masih dalam rentang sasaran, yakni 3,75 persen ±1 persen. Sebagai sasaran antara menuju target inflasi nasional 3,75 persen ±1 persen.

Dari sisi stabilitas keuangan di daerah, menurut Herawanto,  penyaluran kredit perbankan Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 berdasarkan lokasi proyek, tercatat tumbuh 14,56 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,80 persen (yoy)

Begitu juga kelancaran sistem pembayaran terpelihara.

“Dari sisi pembayaran tunai, aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 mengalami aliran masuk bersih (net intflow) sebesar Rp2,57 triliun, seiring tingginya aliran uang kartal masuk (inflow) ke Bank Indonesia dari masyarakat pasca-Ramadhan, dan Idul Fitri. Transaksi kliring pada triwulan III-2018 tercatat sebesar Rp7,24 triliun atau tumbuh 8,03 persen (yoy). Transaksi real time gross settlement (RTGS) pada triwulan III-2018 tercatat sebesar Rp28,60 triliun atau tumbuh 16,04 persen (yoy),” tambahnya.

Sementara itu, sesuai hasil riset Growth Strategy Bank Indonesia, terdapat tiga sektor prioritas yang dapat dikembangkan dKalsel. Yaitu agroindustri, perikanan, dan pariwisata.

“Pemikiran kami juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2016-2021,” paparnya.

Di sisi lain, jumlah nominal maupun transaksi e-commerce di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan secara signifikan, dalam satu tahun terakhir. Jumlah nominal e-commerce mengalami kenaikan sebesar 303,8 persen (yoy), diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 164,1 persen (yoy). Dari sisi kelompok barangnya, handphone dan aksesoris 21 persen merupakan kelompok barang yang paling banyak ditransaksikan dalam e-commerce di Kalimantan Selatan, disusul kelompok barang fashion 16 persen, otomotif dan aksesoris 10 persen dan komputer dan aksesoris 9 persen.

Terakhir, Bank Indonesia juga terus menguatkan pengembangan klaster ketahanan pangan dan produk unggulan daerah.

“Saat ini terdapat empat klaster, yaitu klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu, klaster bawang merah di Kabupaten Tapin, Klaster Ikan Air Tawar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Klaster Ampulung di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.