BanjarNews

Begini Kelanjutan Kisah Pembunuhan Wanita dalam Mobil Biru

BANJAR – Selasa (4/12) sekitar pukul 11.30 WITA, kawasan jalan A. Yani kilometer 11 – 13 dipadati kendaraan bermotor, khususnya pada jalur sebelah kiri menuju kota Banjarmasin dari arah luar kota. Kendaraan roda empat dan dua mengular hingga 2 kilometer, sebelum akhirnya dapat kembali melaju setelah melewati jalan di depan salah satu hotel berbintang di kilometer 11. Usut punya usut, kemacetan ini disebabkan banyaknya massa yang berkumpul di tepi jalan kilometer 11, untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan wanita di dalam mobil, oleh Tim Satuan Reskrim Polsek Gambut. Mereka penasaran, bagaimana aksi kejam yang dilakukan tersangka H hingga tega menghabisi nyawa korban seorang ibu rumah tangga yang berinisial L di dalam mobilnya, pada Jum’at dinihari (23/11) lalu. Hadir pula pihak keluarga dan 6 orang saksi, pada reka ulang ini.

Pada rekonstruksi atau reka ulang ini, tersangka H memperagakan 87 adegan pembunuhan, yang dilakukannya untuk menghilangkan nyawa korban. Tindak pidana pembunuhan disertai aksi pencurian dengan kekerasan ini, diperagakan di dalam mobil Swift biru metalik dengan nomor polisi DA 1879 TN, milik korban.

Pelaksanaan adegan untuk korban diperankan Bripda Dwi Cipta Fitriani, sedangkan tersangka diperankan sendiri oleh H.

H memerankan setiap adegan, mulai dari saat pertemuan dengan korban,  melarikan diri, sampai Ia ditangkap di rumahnya, di kawasan Martapura Lama Sungai Tabuk kabupaten Banjar, sehari setelah kejadian atau pada Sabtu tengah malam (24/11).

Sepanjang adegan berlangsung, banyak penonton yang mengabadikannya dengan telepon pintar. Sementara pihak keluarga meluapkan emosinya sambil meneriaki Herman, saat melakukan setiap adegan.

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Sofyan mengatakan, seharusnya pada rekonstruksi pembunuhan disertai pencurian ini, H hanya melakukan 38 adegan.

Namun karena adanya pengembangan pada proses penyidikan, maka adegan yang harus dilaksanakan bertambah menjadi 87 adegan reka ulang tindak pidana pembunuhan.

“Penambahan adegan itu sudah kita penuhi, Alhamdulillah rekonstruksi tidak ada kesalahan,” jelasnya kepada wartawan,  usai proses reka ulang perkara di jalan Ahmad Yani kilometer 11 Gambut pada Selasa (4/12).

Adegan yang ditambahkan katanya, adalah saat proses penusukan yang dilakukan tersangka dengan gunting, ke bagian dada korban pada reka ulang nomor 68 dan 76.

Diakui Sofyan, tidak ada kesalahan pada proses reka ulang pembunuhan korban L. Sebab tersangka mempraktikkannya sesuai dengan perbuatan yang telah diakuinya.

Sedangkan terkait motif, Sofyan mengatakan, perkara inj murni tindak pidana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.

“Karena dipukul dan dimarahi korban, akhirnya tersangka kesal dan melakukan tindak pembunuhan,” katanya.

Tersangka H, dikenakan pasal 338 Jo 365 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasaan dengan ancaman hukumannya adalah kurungan penjara 15 tahun atau seumur hidup. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat