13 April 2021

Status Geopark Nasional Untuk Pegunungan Meratus

2 min read

Asisten 2 bidang ekonomi dan pembangunan pemprov Kalsel (empat dari kiri) saat menerima sertifikat geopark nasional untuk pegunungan Meratus pada Jum'at (30/11).

BANJARBARU – Berbagai upaya dilakukan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, untuk melindungi kawasan pegunungan Meratus dari aktivitas yang dapat merusaknya. Mengingat pegunungan Meratus memiliki kekayaan hayati yang luar biasa, dan tidak dimiliki kawasan lainnya di Indonesia, bahkan di dunia. Salah satunya adalah jamur pengantin, yang diklaim hanya ada satu-satunya di kawasan pegunungan Meratus. Karena alasan itulah, maka pemerintah provinsi Kalsel pun mengusulkan agar pegunungan Meratus menjadi kawasan Geopark Nasional. Harapan itu terjawab,
pada akhir November 2018 atau tepatnya Jum’at (30/11), dimana
Komite Nasional Geopark Indonesia resmi menyerahkan status Geopark Nasional untuk pegunungan Meratus, bersama 7 kawasan lainnya di Indonesia. Penyerahan sertifikat dilakukan bersamaan dengan penandatanganan prasasti peresmian Geopark Pongkor oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan diwakili oleh asisten 2 bidang ekonomi dan pembangunan Kalsel Hermansyah Manap.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq, dengan ditetapkannya pegunungan Meratus sebagai kawasan geopark nasional, maka menjadikannya sebagai satu-satunya geopark nasional yang ada di pulau Kalimantan.
‚ÄúPengusulan status geopark nasional ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk melindungi dan menggunakan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan. Namun yang lebih penting adalah upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar Geopark Meratus,” ujar Hanif Faisol Nurofiq, yang juga merupakan salah seorang pengusul status geopark untuk kawasan Pegunungan Meratus.

Hanif menjelaskan ada 36 geosite dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang akan menjadi bagian dari geopark Meratus. Diantara geosite itu adalah Tahura Sultan Adam, Goa Batu Hapu, Bukit Kayangan, dan Air Panas Batu Mandi dengan total luasan Geopark Meratus 328,034 meter kali 9.691,948 meter.
“Nantinya akan ada badan pengelola, yang harus bekerja keras agar pada 3 tahun ke depan ketika di lakukan evaluasi penilaian, dapat mempertahankan predikat tersebut. Sehingga statusnya dapat meningkat menjadi Geopark Internasional yang di tetapkan oleh UNESCO,” jelas Hanif lagi.

Untuk diketahui, 8 geopark yang mendapat sertifikat Geopark Nasional 2018 adalah geopark Pongkor di Bogor (Jawa Barat) geopark Karangsambung – Karangbolong di Kebumen (Jawa Tengah), geopark Silokek di Sijunjung (Sumatera Barat), geopark Sawahlunto (Sumatera Barat), geopark Ngarai Sianok – Maninjau (Kabupaten Agam, Sumatera Barat), geopark Natuna di Kepulauan Riau, Geopark Banyuwangi di Jawa Timur, dan geopark Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Dengan tambahan 8 Geopark Nasional tersebut, kini total Indonesia memiliki 15 geopark nasional. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.