23 Juni 2021

Tiga Kali Jalani Operasi, Kondisi Asep Membaik

2 min read

Kondisi terkini korban penyiraman air keras Asep Syarifuddin di rumah sakit Suaka Insan pada Kamis (29/11).

BANJARMASIN – Hingga sepekan lebih pasca insiden penyiraman air keras yang dialaminya, Asep Syarifuddin kepala divisi pemasyarakatan di kanwil kemenkumham Kalimantan Selatan, masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Suaka Insan Banjarmasin. Bahkan saat dijenguk kakanwil Kemenkumham Kalsel Ferdinand Siagian pada Kamis pagi (29/11), Asep yang ditemani keluarga terdekatnya, masih terbaring di tempat tidur dengan dibalut perban hampir di seluruh tubuhnya. Khususnya bagian wajah, yang mengalami luka bakar paling parah, akibat siraman asam sulfat atau H2SO4. Baru dua hari lalu atau tepatnya pada 27 November 2018, Asep menjalani operasi plastik ketiganya, untuk merekonstruksi kondisi wajahnya.

Kepada wartawan, Ferdinand Siagian menjelaskan, Asep sudah tiga kali menjalani operasi plastik. Yakni pada 21 November, 23 November dan terakhir pada 27 November lalu.

“Perhatian dokter khususnya pada bagian hidung dan mulut. Untungnya bagian mata luput dari siraman air keras, sehingga terselamatkan. Dokter masih mengintensifkan pemeriksaan, untuk memastikan apakah operasi lanjutan akan dilakukan. Kita lihat dalam satu atau dua minggu ini,” ujarnya kepada wartawan setelah keluar dari ruang VIP rumah sakit Suaka Insan tempat Asep Syarifuddin dirawat.

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan, pihaknya terus menyemangati Asep, agar dapat pulih kejiwaannya pasca kejadian ini.

“Tadi kami sudah dapat berkomunikasi, meski terbatas karena kondisi pasca operasi. Tapi kami optimis pak Asep dapat pulih dengan segera, bersama dukungan dari seluruh pihak termasuk keluarga besar kemenkumham Kalsel,” tambahnya.

Terkait penyelesaian kasus ini, Ferdinand menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Polda Kalimantan Selatan. Apalagi diketahui, kepolisian sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memecahkan kasus ini. Hal itu senada dengan keterangan wakapolda Kalsel Aneka Pristafuddin, saat memberikan keterangan pers pada Selasa (27/11) lalu. Aneka mengatakan, penyelesaian kasus ini menjadi prioritas para penyelidik Polda. Meski diakuinya, minimnya bukti yang dimiliki cukup memperlambat penuntasan kasus.

“Rekaman CCTV di dekat lokasi insiden, tidak dapat menangkap peristiwa tersebut, karena kondisi yang gelap. Selain itu, kami belum bisa menanyai korban secara detil, karena kondisinya yang masih shock,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada Selasa malam (20/11), Asep Syarifuddin menjadi korban aksi penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal, di halaman parkir sebuah cafe di jalan S Parman Banjarmasin. Akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab itu, Asep mengalami luka bakar hingga lebih dari 80 persen, khususnya di bagian wajah dan sebagian besar tubuhnya. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.