8 Maret 2021

Gelar Rakor, Pemprov Kalsel Pastikan Stok Barang Kebutuhan Pokok Aman

2 min read

Sekretaris Daerah provinsi Kalsel.

BANJARMASIN – Kurang lebih satu bulan lagi, umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut perayaan hari keagamaan ini, termasuk oleh pemerintah. Salah satunya pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, yang menggelar Rapat Koordinasi Hari Besar dan Keagamaan Nasional (Rakor HBKN) 2018 pada Rabu siang (28/11) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Rakor ini digelar untuk membahas stabilisasi harga, dan pasokan barang kebutuhan pokok jelang HBKN 2018. Rakor ini dibuka sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie, mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Acara ini juga dihadiri kepala dinas perdagangan provinsi Kalsel Birhasani, Kepala Bulog Divre Kalsel  Awaludin Iqbal, serta para pedagang besar dan distributor.

Kepada wartawan, Haris Makkie menjelaskan,  ada tiga hal yang ditekankan  pada rakor kali ini. “Yang pertama kelancaran distribusi  barang, stabilnya harga, serta  stok yang mencukupi,” jelasnya  harga stabil, ketersediaan stok mencukupi,” ujarnya.

Berkaca pada pengalaman tahun – tahun sebelumnya, dimana kondisi yang sama selalu terulang setiap menjelang hari – hari besar, dan akhir tahun, maka menurut Haris, perlu dilakukan pemetaan lebih awal, terhadap komoditas bahan kebutuhan pokok yang berpotensi terganggu, menjelang perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru. Sehingga dapat diantisipasi terlebih dulu.

Kepala dinas perdagangan provinsi Kalsel Birhasani menambahkan, pada kesempatan rakor ini, pihaknya menghimpun seluruh pelaku usaha, BUMN maupun swasta, yang terkait langsung dengan kondisi bahan pokok di Kalsel.

“Kami kumpulkan para distributor, agen, pangkalan, pedagang besar, untuk memastikan kondisi stok pangan dan bahan pokok yang tersedia saat ini. Dan dipastikan kondisinya aman hingga tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi pelaku usaha besar, Birhasani juga meminta mereka untuk serius mengantisipasi kondisi.

“Dari sekarang memperbanyak stok di gudang. Gudangnya juga harus benar-benar diawasi dan diamankan. Termasuk dari gangguan tikus,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta dilakukannya pembinaan kepada mitra kerja pelaku usaha besar, agar tidak semaunya menaikkan harga, mencari kesempatan dalam kesempitan. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.